Media Abal-abal Gerogoti APBD, Ini Peringatan Dewan Pers

Jumat, 14 Februari 2020 10:11

Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh.

Dari sejumlah nama media baik cetak maupun online yang diperlihatkan, Anwar pun enggan mengomentari media apa saja yang sudah dikerjasamakan.

“Terima kasih, Pak. Kami sudah punya data itu (media kerja sama),” tutupnya.

Khusus Pijarnews.com, pihak redaksi menyebut, media mereka telah terverifikasi. Hanya saja salah tulis di situs Dewan Pers menjadi Pijaknews.com. Penelusuran FAJAR, Pijaknews.com pun belum terdaftar.

“Ini ada kesalahan ketik. Kami masih tahap perubahan dulu. Memang ada beberapa data yang harus di-upload ulang di web Dewan Pers,” beber Kepala Biro Pijarnews.com Parepare, Mulyadi Ma’ruf.

Di Pangkep pun demikian. Pemkab bahkan menganggarkan kerja sama dengan Tabloid Teropong dan Majalah Otoda dengan masing-masing pagu anggaran Rp 25 juta per media.

Itu baru beberapa daerah. Belum termasuk media yang ikut mendaftarkan wartawan abal-abalnya di humas pemkab. Penelusuran FAJAR, setiap daerah mendata puluhan media yang masuk kategori abal-abal. Wartawan mereka didaftar sebagai stakeholder oleh humas.

Di Luwu Utara, pemda bahkan bekerja sama dengan 22 media online. Sebagian besar media tersebut belum terverifikasi. Di antaranya, Pantaunewsonline.com, Input.com, Infodesanwes.com, Masambanews.com, dan lainnya.

Temuan lainnya, masih ada wartawan media online yang mendaftarkan diri ke humas pemda dengan mengatasnamakan media blog. Padahal, blospot.com merupakan situs pribadi yang tak berbayar alias gratis. Media jenis ini tidak layak disebut perusahaan pers.

Komentar


VIDEO TERKINI