Mungkinkah PAN “Tanpa” Amien Rais?

Jumat, 14 Februari 2020 18:34
Belum ada gambar

INT

Oleh: HadisaputraStaf Pengajar Sosiologi Unismuh Makassar

Kongres PAN di Kendari, 10-12 Februari 2020, kembali menetapkan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN periode 2020-2025. Pertanyaan yang menyeruak di benak publik, apa makna kemenangan Zulkifli Hasan, dan bagaimana masa depan PAN “tanpa” Amien Rais.

Kata ‘tanpa’ harus segera diberi tanda petik, karena hingga artikel ini ditulis, Amien Rais belum menyatakan sikap pasca jagoannya, Mulfachri Harahap, tumbang dalam Kongres. Zulkifli dalam pidato kemenangannya pun, hanya menyinggung Hatta Rajasa yang diminta menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP), belum menyinggung nasib sang pendiri partai dalam kepengurusan PAN mendatang.

Kemenangan Zulkifli

Kemenangan Zulkifli mendapat respon yang beragam dari publik. Ada yang berpandangan, kemenangannya merupakan wujud intervensi istana. Sebelum Kongres Kendari, kubu Mulfachri yang didukung Amien Rais telah menegaskan, jika mereka menang, PAN akan tetap berada di barisan oposisi. Mereka memutuskan akan menjadi mitra kritis Pemerintah.

Sebaliknya, meski kubu Zulkifli tak pernah menunjukkan pandangan tegas akan berlabuh ke Koalisi Jokowi, sinyal menuju ke sana bukan isapan jempol. Misalnya, belakangan Zulkifli didukung oleh gerbong PAN pendukung Jokowi. Sebutlah, bergabungnya mantan Menteri Jokowi, Asman Abnur, yang didukung Hatta Rajasa dan Bima Arya. Namun, kebenaran asumsi ini, masih menunggu sikap yang akan diambil Zulkifli Hasan dalam beberapa waktu ke depan.

Bagikan berita ini:
10
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar