Pembangunan Jalur Puncak II, Seperti Ini Kondisinya

0 Komentar

Lahan Jalur Puncak II yang menghubungkan Hambalang-Sukamakmur, hingga Cipanas Cianjur. Foto: Radar Bogor

FAJAR.CO.ID, BOGOR — Kelanjutan pengembangan Jalur Puncak II hingga kini masih mandek. Padahal, sejumlah instansi terkait sudah melakukan survei.

Jalan poros timur yang digadang-gadang akan menjadi solusi kemacetan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, itu kini terbengkalai begitu saja.

Camat Sukamakmur Agus Ganjar mengatakan, pihak kecamatan dan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor sudah melakukan survei beberapa waktu lalu di Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur.

“Belum (ada kelanjutan pembangunan). Tapi kami sudah survei,” kata Agus kepada radar bogor.

Meski begitu, dia tak menampik, sejauh ini Pemkab telah berupaya semaksimal mungkin agar realisasi solusi kemacetan jalur puncak tersebut dapat dilakukan. “Bupati telah berupaya maksimal,” imbuhnya.

Menurut Sekretaris Kecamatan Sukamakmur Mochamad Sobar Mansoer, jalur tersebut nantinya dapat membuka akses memperkenalkan potensi wisata yang berada di timur kabupaten.

Ia mengaku sangat siap mendukung jika pembangunan ini kembali dilanjutkan. “Bahkan sangat siap. Bagaimanapun ketika jalur ini dibangun maka sangat menguntungkan wilayah Kecamatan Sukamakmur. Karena aksesnya dibuka,” kata Sobar.

Bukan hanya pemerintah kecamatan saja yang menunggu pembangunan jalur tersebut. Diakui Sobar, sejumlah warganya pun turut memiliki harapan yang sama terkait Jalur Puncak II ini.

Sobar menggambarkan wilayah Sukamakmur berfokus di dua bidang. Yakni bidang pariwisata dan pertanian. Pariwisata seperti Curug Cipamingkis, Ciherang, dan Cibeet berada di sana.

Selanjutnya, ada beberapa lainnya, Vila Khayangan, Situ Rawagede pun termasuk bagian dari salah satu wilayah timur kabupaten ini.

“Karena di sini memang sangat banyak objek wisatanya. Ada Curug Cipamingkis, Ciherang, dan Cibeet. Belum lagi ada Villa Khayangan, Situ Rawagede,” paparnya.

Aspek pertanian yang ada di wilayah ini mulai dari sayuran hingga kopi. Produksi petani Kopi Catang Malang, Desa Sukawangi, hingga saat ini telah masuk pasar perdagangan Prancis.

Menurut Sobar, pembangunan tersebut dapat membantu pada aspek perekonomia masyarakat di Sukamakmur. Meski begitu pihaknya juga mengakui, permasalah ketika jalur tersebut telah dibangun akan terjadi pada segi pelayanan jasa yang ada.

“Terus teraang saja, memang kondisi layanan jasa kami masih perlu penanganan lebih lanjut, ini juga berpengaruh kepada kondisi layanan jasa kami. Jadi layanan jasanya masih terbatas,” paparnya. (radarbogor/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...