Wagub Paparkan Keunggulan Sulsel Kepada Pemerintah dan Media Australia

Jumat, 14 Februari 2020 22:05

FOTO: HUMAS PEMPROV SULSEL

“Saya kira Anda pernah mendengar tentang Kopi Toraja, kami harapkan downstream industry (industri hilir) juga ada, kami ingin memusatkannya di Toraja,” harap Andi Sudirman.

Ia juga menjelaskan terkait Kawasan Industri yang ada, yakni Maros Industrial Area, Takalar Industrial Area, dan Bantaeng Industrial Area. Sementara terkait sumber daya energi yang dimiliki Sulsel yakni Hydro Power Plan (HPP) Larona 165 Mw, HPP Balambano 130 Mw, HPP Karebe 140 Mw, HPP Bakaru 126 Mw, Wind Power Plan Jeneponto 72 Mw, Wind Power Plan Sidrap 75 Mw. Serta pembangkit listrik tenaga air yang sedang direncanakan dan dibangun, diantaranya Pamukullu, Karaloe dan Passeloreng.

Keunggulan kompetitif yang dimiliki Sulsel diantaranya, penyuplai pangan utama di KTI; simpul utama transportasi dan infrastruktur; simpul utama informasi dan komunikasi di luar pulau Jawa; direct call dan ekpor lansung ke negara asing, industri galangan kapal (PT. IKI); pusat keuangan KTI, pusat pelayanan kesehatan dan pendidikan KTI.

“Kami juga melakukan pengiriman langsung, ke Asia dan Amerika Serikat. Ini dibuka pada 2018,” ungkapnya.

Iapun berharap direct call juga dibuka ke Australia sebagai negara tetangga Indonesia dan meningkatkan perdagangan kedua negara.

Adapun ekspor utama Sulsel yakni nikel; minyak biji dan tanaman medis; besi dan baja; ikan, udang dan invertebrata laut; getah dan damar. Adapun lima negara tujuan utama, yakni Jepang, China, Australia, Malaysia dan Korea Selatan.

Komentar