Susah Payah Lolos Final, Tunggal Putra Jadi Sorotan

Sabtu, 15 Februari 2020 22:44

Susy Susanti/Badmintonindonesia.org

FAJAR.CO.ID, MANILA—Tim putra Indonesia harus bersusah payah untuk lolos ke babak final perebutan titel juara beregu Asia di kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2020. Pada laga semeifinal hari ini, Indonesia harus menunggu hingga partai kelima untuk menundukkan India dengan skor 3-2.

Mengomentari penampilan tim Indonesia di semifinal, Manajer Tim Indonesia Susy Susanti mengatakan mereka sebenarnya lebih unggul skuat. Namun, strategi tim India yang ingin mengamankan kemenangan dari nomor tunggal berjalan sangat bagus.

Indonesia kemudian sedikit tertolong dengan cedera tunggal pertama India, Sai Praneth yang memaksanya mundur pada awal game kedua ketika berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting. “Sebetulnya kalau lihat kekuatan, kami lebih unggul, India memang mengatur untuk ambil poin di tunggal,” kata legenda bulutangkis dunia tersebut dikutip dari Badmintonindonesia.org

Susy lantas menyoroti dua tunggal lainnya. Untuk Jonatan Christie yang kalah dua game langsung dari Lakshya Sen, Susy menyebutnya bermain monoton. “Jonatan (Christie) tadi masih belum lepas, dia harus bisa atur strategi lagi supaya jangan ikut permainan lawan, tadi mainnya agak monoton,” ujarnya.

Sementara Shesar Hiren Rhustavito yang juga takluk dalam duel stright game dari Subhankar Dey, Susy mengatakan ia kurang taktis. “Shesar pun masih harus cari cara main yang lebih taktis lagi,” jelas Susy yang baru saja berulangtahun.

Walau menang dan menyumbang poin, Susy juga memberi catatan pada ganda pertama, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Mereka sempat bertarung sengit melawan M.R Arjun/Dhruv Kapila, sebelum menang rubber game dengan skor 21-10, 14-21, 23-21.

“Hendra/Ahsan di game pertama sudah bisa menang mudah, tapi di game kedua mungki agak lengah, ini yang dimanfaatkan lawan. Di game ketiga jadi ada tekanan. Kalau Kevin/Marcus di partai terakhir memang kami sudah agak tenang, mereka istilahnya adalah kartu As kami,” tandasnya. (amr)

Komentar