Sejumlah Alasan Menolak Gibran Jadi Wali Kota Solo

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Upaya Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai Wali Kota Solo menuai penolakan. Hal itu diketahui usai Indo Barometer membeber hasil survei nasional terkait pencalonan Gibran sebagai Wali Kota Solo.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan, sebanyak 23,7 persen publik tidak menerima pencalonan Gibran sebagai Wali Kota Solo.

“Catatan kami, masih ada yang tidak menerima (pencalonan Gibran),” kata Qodari ditemui saat Indo Barometer membeber hasil survei di Senayan, Jakarta, Minggu (16/2).

Setidaknya terdapat beberapa alasan yang membuat publik tidak bisa menerima Gibran. Beberapa di antaranya, publik menilai Gibran belum berpengalaman dalam pemerintahan.

Selain itu, publik menilai pencalonan Gibran sebagai Wali Kota Solo termasuk dinasti politik. Sebab, Gibran merupakan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Alasan selanjutnya, publik menilai masih banyak calon lain yang lebih kompeten. Kemudian, Gibran masih dianggap muda untuk jabatan Wali Kota Solo.

“Alasan terakhir, bisa menimbulkan kontroversi sehingga publik menolak pencalonan Gibran ini,” ucap Qodari.

Walakin, meski ada pihak yang menolak, ada juga publik yang menerima pencalonan Gibran sebagai Wali Kota Solo. Tercatat, pihak yang menerima jumlahnya sebesar 67,5 persen.

“Sebanyak 67,5 persen publik dapat menerima jika Gibran, putra dari Presiden Jokowi, akan maju sebagai calon Wali Kota Solo pada pilkada September 2020,” timpal dia.

Sebagai informasi, pelaksanaan survei Indo Barometer dilakukan pada 9-15 Januari 2020 di 34 provinsi. Jumlah survei ini sebanyak 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih sebesar 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...