DPP Golkar: Surat Tugas DPD I Tetap Diakui, Figur Diminta Bangun Komunikasi Politik

0 Komentar

Muhidin M Said, politikus senior Golkar.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemberian surat tugas dari DPD I Golkar Sulsel tetap diakui di DPP Golkar. Tahapan dukungan dalam bentuk surat tugas memang tak berlaku untuk semua daerah karena ada daerah dimana Golkar bisa mengusung kadernya sendiri.

Sementara Golkar yang tak bisa mengusung sendiri kadernya karena tak cukup kursi di parlemen, maka diberi surat tugas agar bisa membangun komunikasi politik.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Golkar, Muhidin Mohammad Said mengatakan, tak tau dengan adanya bentuk dukungan dari DPD I Golkar Sulsel kepada sejumlah kandidat tertentu sebelumnya, sehingga sempat melontarkan pernyataan bahwa tak ada istilah “surat tugas”.

“Setelah berkomunikasi dengan teman-teman di pusat dan daerah, memang ada perbedaan antara satu daerah dengan daerah lain. Seperti di Sulsel, dari 12 kabupaten/kota, ada 4 daerah mendapat surat tugas kusus dari DPD I Golkar. Makassar, Tana Toraja, Maros dan Bulukumba. Golkar mengeluarkan surat tugas untuk empat daerah ini karena memang tak utuh bisa mengusung,” jelas Muhidin.

Dikatakan Muhidin, dalam dua, tiga hari ke depan, DPP akan merapatkan semua usulan daerah terkait figur yang akan diusung. “Tahapan yang saat ini berjalan yakni menyetor tiga nama calon kepala daerah ke DPP. Mungkin dua atau tiga hari kedepan DPP sudah jadwalkan pembahasan untuk itu,” terang Muhidin.

Sekadar diketahui, di sejumlah daerah salah satunya di Bulukumba sudah terbit surat tugas. Itu dari DPD I Golkar Sulsel yang diketuai oleh Plt Nurdin Halid.

Muhidin sendiri baru tau, jika DPD I mengeluarkan surat tugas untuk memberikan dukungan ke calon tertentu. Dukungan resmi itu ada di DPP, yang baru akan diputuskan setelah proses evaluasi yang akan dilakukan oleh tim pilkada.

“Soal surat tugas itu saya (DPP) saya baru tau belakangan. Tapi saya kira memang tak semua daerah kondisinya sama. Khusus Sulsel agak banyak ya, ikut Pilkada serentak. Saya kira inisitip pengurus DPD I memberi surat tugas itu karena rawan dan kita ingin menang disana, tidak adal mengusung figur,” beber politikus senior asal Sulteng ini. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...