Oknum Personel Brimob Jalani Persidangan, Diduga Menipu Rp1 Miliar

0 Komentar

Ilustrasi. Suasana Persidangan di PN Makassar.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR –Oknum personel Kesatuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulsel, Iptu Yusuf Purwantoro, menjalani persidangan di
Pengadilan Negeri (PN) Makassar dalam kasus dugaan penipuan sebesar Rp1 miliar, Senin (17/2).

Sidang kali ini merupakan yang kedua kalinya mengenai pemeriksaan saksi dan pelapor. Sebelumnya, sidang pertama, pekan lalu, berupa pembacaan dakwaan atau tuntutan.

Pelapor, A Wijaya dalam keterangannya mengatakan, kejadian ini bermula pada 25 Mei 2018. Saat itu, terdakwa, sebelumnya dilaporkan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, meminjam dana Rp1 miliar dan berjanji akan segera mengembalikannya. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan terdakwa Yusuf Purwantoro belum juga mengembalikan pinjaman tersebut.

“Sebenarnya, tidak ada niat melaporkan beliau (Yusuf Purwantoro) ke Kepolisian. Buktinya, satu tahun setelah peminjaman baru saya laporkan, karena kita menunggu itikad baiknya untuk mengembalikan uang itu, namun itu tidak dilakukan,” terangnya.

A Wijaya bahkan mengakui, pihaknya juga telah dan terlebih dahulu konsultasi ke Polda Sulsel. “Awalnya, kita laporkan dalam bentuk pengaduan ke Krimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel) Mei 2019. Pengaduan dulu, beliau dipanggil, namun setelah itu mulai tidak kooperatif dan tidak memiliki itikad baik, makanya dibuatkan LP (Laporan Polisi). Laporan Polisi ini dibuat setelah pengaduan saya tidak ada respons dan itikad baik dari terdakwa makanya saya laporkan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT),” jelasnya.

A Wijaya mengakui, dana sebesar Rp1 miliar itu, diberikan kepada Yusuf Purwantoro melalui transfer ke rekening. “Bukti transfernya ada. Saya bantu beliau (Yusuf Purwantoro) karena adanya iming-iming dan janji-janji, karena saat itu Pak Yusuf sangat membutuhkan bantuan dan berjanji akan mengembalikannya,” beber A Wijaya.

Setelah laporan tentang tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUH Pidana subs pasal 372 KUH Pidana, maka penyidik menemukan tindak pidana. Kemudian kasus mantan Bendahara Satuan Brimob Polda Sulsel ini, dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar.
Sementara, Jaksa Penuntut Umun (JPU), Ridwan, menjelaskan, terdakwa dikenakan pasal 378 KUHP.

“Terdakwa pinjam uang, katanya untuk urusan operasional Brimob. Dijanjikan akan diganti satu pekan. Ternyata sudah dua tahun belum diganti-ganti,” terangnya.

“Itu saja dulu. Nanti akan digali fakta lainnya, makanya sidang lanjutan akan menghadirkan lagi saksi pelapor dan saksi terdakwa,” tambah Ridwan usai persidangan.

Sidang ini dipimpin majelis hakim, ketua Zulkifli didampingi Heyneng dan Suratno. Kasus ini teregistrasi di Pengadilan Negeri Makassar dengan nomor: 115/pid.B/2020/PN Mks. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...