Penumpang Diamond Princess yang Terjangkit Corona Terus Bertambah

Senin, 17 Februari 2020 11:31

FAJAR.CO.ID, TOKYO– Jumlah penumpang kapal Diamond Princess yang terinfeksi virus korona terus bertambah. Hingga kemarin, 356 orang dinyatakan positif terinfeksi virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Jumlah tersebut membuat Diamond Princess menjadi tempat pertama di luar Tiongkok yang memiliki penderita virus korona terbesar.

Jumlah penumpang yang terinfeksi diperkirakan bakal terus bertambah. Sebab, kapal pesiar itu mengangkut 3.711 orang. Meski demikian, rencana pemulangan 78 WNI yang bekerja sebagai kru di kapal tersebut belum pasti.

Diamond Princess merapat di Pelabuhan Yokohama, Jepang, pada 3 Februari.

Pemerintah Jepang memutuskan mengarantina semua orang di kapal tersebut setelah menemukan penumpang terjangkit virus korona. Sesuai rencana semula, karantina berakhir pada 19 Februari atau lusa. Namun, bisa jadi karantina diperpanjang karena pemeriksaan kesehatan belum tuntas. Karena itu, beberapa negara kini memutuskan untuk menjemput warganya yang ”terjebak” di kapal tersebut. Misalnya, Amerika Serikat, Hongkong, Italia, dan Korea Selatan.

Dilansir The Guardian, negara-negara tersebut akan menggunakan pesawat carter untuk menjemput warganya. Lantas, bagaimana dengan pemerintah Indonesia? Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada Jawa Pos kemarin (16/2) mengatakan, otoritas kesehatan Jepang setiap hari mengecek kondisi kesehatan 78 WNI tersebut. ”Kondisi mereka baik dan sehat sembari terus bekerja,” terangnya.

Kemenlu bersama Kementerian Perhubungan sudah melakukan rapat untuk membahas kepulangan para WNI tersebut ketika masa karantina berakhir. Faiza –sapaan akrab Teuku Faizasyah– menuturkan bahwa keputusan untuk pulang dikembalikan kepada setiap kru. Sebab, mereka terikat dengan kontrak kerja. Para kru kapal yang kontraknya habis atau segera habis akan difasilitasi untuk pulang melalui kerja sama dengan agensi yang merekrut. Mengingat, ada tanggung jawab agensi yang melekat selama para kru masih bekerja.

Komentar


VIDEO TERKINI