Pramono Larang Jokowi ke Kediri, Begini Respons Demokrat

Senin, 17 Februari 2020 18:42

Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang melarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kediri menuai banyak sorotan dari kalangan politikus. Pasalnya, alasan mantan sekjen PDIP itu dianggap berbau mitos atau takhayul.

Diketahui, Pramono sempat menyambangi Kediri untuk meresmikan rusun Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lirboyo. Saat memberikan pidato sambutan Pramono sempat mengatakan, dirinya melarang Jokowi datang ke Kediri.

“Ngapunten (mohon maaf) Kiai. Saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden berkunjung di Kediri,” ucap Pramono. Kiai dan santri yang hadir tertawa lebar mendengarnya.

Kenapa larang Jokowi datang ke Kediri? “Saya masih ingat, karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo, tidak begitu lama, gonjang-ganjing di Jakarta,” ujar politisi PDI Perjuangan ini, memberikan alasan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Divisi Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengeluhkan cara berpikir Pramono Anung yang terkesan masih percaya mitos.

‎”Kalau kepercayaan menjadi alasan utama, tak hadirnya Presiden Jokowi ke Kediri ini sungguh menyedihkan, karena orang pasti berpikiran ternyata seorang Pramono Anung dan Jokowi percaya takhyul seperti itu,” ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Senin (17/2).

Ferdinand ingat benar, di 2015 silam Presiden Jokowi meminta semua pihak jangan percaya terhadap tahayul. Pernyataan itu diutarakan saat presiden menerima direktur program televisi di Istana Negara 2015 silam.

Komentar


VIDEO TERKINI