Pramono Tak Ingin Jokowi Senasib Gus Dur, Arief Poyuono Bilang Seperti Ini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono, tidak setuju pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang melarang Presiden Jokowi ke Kediri, Jawa Timur.

Pramono mengaku dirinya melarang Jokowi mengunjungi Kediri agar Presiden Ketujuh RI itu, tak senasib dengan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Menurut Arief, wingit atau angkernya Kediri bagi seorang presiden, tidak berlaku untuk Jokowi.

“Karena Kang Mas Joko Widodo itu terpilih sebagai Presiden RI sudah kehendak Yang Maha Kuasa,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/2) malam.

Arief mengatakan Kang Mas Joko Widodo adalah seorang yang ikhlas lahir dan bathin dalam menjadi pelayan rakyat.

Menurutnya, Kang Mas Joko Widodo dalam melakukan tugas tugas sebagai presiden selalu mendedikasikan dirinya pada Yang Maha Kuasa, dalam hal ini semata-mata hanya untuk rakyat.

“Terlihat kariernya hingga menjadi orang nomor satu (di Indonesia) mengalir begitu saja sekehendak Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Menurut Arief, perjalanan karier Jokowi beda dengan presiden pendahulunya, yang sudah bisa terbaca atau tergambar namanya bakal jadi presiden.

“Beda dengan Joko Widodo yang namanya saja tiba-tiba bisa muncul tanpa pernah diduga. Ini kalau bukan karena kehendak Yang Maha Kuasa tidak mungkin terjadi,” yakin Arief.

Jadi, Arief menilai Pramono Anung salah bila melarang Presiden Joko Widodo pergi ke Kediri. Arief menjamin Jokowi tidak akan lengser bila pergi ke Kediri.

“Saya jamin kalau besok dia (Jokowi) pergi ke Kediri pasti Joko Widodo akan bisa menyelesaikan masa jabatannya hingga tahun 2024 . Asal jangan pernah berkhianat dengan Yang Maha Kuasa,” kata Arief. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...