Rp1 Triliun Dana Nasabah Bank Permata Dibobol, Ada Patgulipat The Johnny Cs di Makassar

Senin, 17 Februari 2020 09:33

ilustrasi--uang

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil meminta agar Kejaksaan Agung tidak bekerja lambat. Segera memprosesnya ke persidangan. Pengungkapan kasus tersebut tidak boleh berhenti. Harusnya pengungkapan pembobolan dengan nilai Rp1 triliun itu bisa lebih dahulu diselesaikan.

Menurutnya, kasus tersebut sudah bergulir sejak 2019 lalu. Polri pun sudah menyerahkan berkas tahap II. “Semestinya sudah ada kejelasan atas kelanjutannya. Apalagi sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung dan lebih awal masuk sebelum kasus lain yang sudah diungkap,” tambahnya.

Dugaan Patgulipat

Pengamat ekonomi perbankan, Sutardjo Tui, menyebut Surat Perintah Kerja (SPK) merupakan persyaratan mutlak sebagai jaminan dalam proses pengambilan kredit di perbankan. Pihak perbankan pun berkewajiban memverifikasi SPK itu asli atau tidak.

Nah, jika itu menjadi fiktif dan diberikan kredit maka, itu menjadi tanda tanya besar. Apakah mungkin terjadi persekongkolan antara oknum pegawai dengan pihak penerima kredit.

Jadi bukan bank, tetapi oknum pegawai atau orang yang melakukan. Sebab, setiap permohonan kredit itu prudential principle. Prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit.

Hati-hati dalam realisasinya, kata dia, adalah dengan melalu verifikasi. Sebab, SPK itu sebagai jaminan pokok.

“Bank itu ada jaminan pokok dan jaminan tambahan. Nah, SPK itu jaminan pokok yang dibiayai. Disitu tertuang berapa nilai, jangka waktunya berapa, dan pekerjaannya apa,” katanya.

Komentar


VIDEO TERKINI