Wabah Virus Korona, Ekspor dan Impor Indonesia-Tiongkok Menurun

0 Komentar

Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (17/2). (Saifan Zaking/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Januari 2020 pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia-Tiongkok mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah wabah virus Korona.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan bahwa ekspor ke Tiongkok Januari 2020 sebesar USD 2,24 miliar atau turun 12,07 persen, di mana pada Desember 2019 berada di angka USD 2,54 miliar. Sedangkan, impor dari Tiongkok turun 2,71 persen atau menjadi USD 4 miliar dari USD 4,11 miliar.

“Perkembangan ekspor ke Tiongkok yang berkurang itu adalah lemak dan minyak hewani dan nabati, bijih, terak dan abu logam, dan bahan kimia organik total ekpor kita ke Tiongkok YoY (year on year) Januari ke Januari masih meningkat, tapi MtM (month to month) menunjukan penurunan. Impornya dari Tiongkok Januari 2020 dari Tiongkok USD 4 miliar, sementara Januari 2019 USD 4,17 miliar. Jadi turun YoY 3,94 persen,” kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (17/2).

Ia mengatakan bahwa dampak virus ini baru terlihat usai perayaan Imlek. Namun, ia tidak bisa merinci dampak pada Januari kemarin.

“Jadi kalau kita lihat menjadi hot issue pada sesaat sesudah Imlek. Jadi saya harus tekankan bahwa ekspor-impor Januari lalu kita lihat pergerakannya dari awal bulan hingga minggu ketiga masih oke. Pengaruhnya tidak siginifikan di Januari,” jelasnya.

Ia pun mengimbau pemerintah agar waspada jikalau wabah ini terus berlanjut. Pasalnya, Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

“Oleh karena itu kita harus waspada dan mungkin nanti bagaimana efeknya dapat kita lihat di rilis selanjutnya yang menyajikan data bulan Januari, tetapi pada intinya kkita semua perlu waspada,” katanya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...