14 Bocah Dibantai Kelompok Bersenjata

Selasa, 18 Februari 2020 18:08

Ilustrasi: Tentara Kamerun berjaga-jaga usai pembataian yang dilakukan kelompok bersenjata pada Jumat (14/2) lalu (AFP)

FAJAR.CO.ID– Sekelompok pria bersenjata membantai 22 penduduk desa di wilayah minoritas Kamerun Jumat lalu (14/2). Sebagian besar yakni 14 korban merupakan anak-anak dan balita. Hal tersebut terus meningkatkan tensi politik Kamerun pasca pelaksanaan pemilu 9 Februari lalu.

Peristiwa itu dilaporkan oleh Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA). Lembaga kemanusiaan PBB tersebut menyatakan bahwa pembunuhan itu terjadi di desa anglophone alias komunitas berbahasa Inggris. ”Setidaknya 22 warga sipil dibunuh, termasuk perempuan hamil,” ungkap James Nunan, petugas lokal OCHA, kepada Agence France-Presse.

Pembantaian tersebut cukup tragis. Sebelas dari total 14 korban anak-anak merupakan perempuan. Sembilan korban masih berusia di bawah lima tahun. Menurut salah satu saksi, korban tersebut dikubur di empat lokasi yang berbeda.

Saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku ikut membantu kelompok bersenjata itu mengubur jenazah korban. Setelah itu, kelompok tersebut membakar sembilan rumah di desa itu.

Sampai saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim aksi tersebut. Namun, kelompok oposisi langsung menuding pemerintah sebagai otak di balik pembantaian. ”Itu adalah perbuatan dari pasukan militer pemerintah,” ujar Direktur Centre for Human Rights and Democracy in Africa Felix Agbor Mballa, pengacara dan pegiat separatis Kamerun, dalam akun Facebook-nya.

The Movement for the Rebirth of Cameroon, salah satu di antara dua partai oposisi Kamerun, ikut menuding rezim Paul Biya sebagai aktor utama pembantaian tersebut. Mereka menyimpulkan hal itu karena penduduk desa tersebut merupakan anglophone. Pemerintah Kamerun belum memberikan komentar, sedangkan pejabat militer hanya mengatakan bahwa tuduhan itu salah.

Komentar


VIDEO TERKINI