Diberi Data dari Veronica Koman, Mahfud MD: Ini Daftar Nama Orang yang Tidak Jelas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menilai dokumen korban sipil dan tahanan politik di Papua dari Veronica Koman yang dititipkam ke BEM Universitas Indonesia tidak lengkap. Dalam dokumen tersebut hanya ada nama-nama orang tanpa ada data pelengkap lainnya.

“Itu (dokumen) endak ada apa-apanya, dokumennya hanya ini loh, coba di close up ini, hanya ini katanya. Loh kalau cuman kayak gini nih, ini daftar nama orang yang tidak jelas, pasti polisi sudah punya,” kata Mahfud di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (17/2).

Mahfud menjelaskam, dokumen tersebut hanya dua lembar. Seharusnya, data yang diberikan berisikan lengkap, bukan hanya sekadar nama. Dengan begitu, pemerintah bisa menindaklanjuti secara cepat.

“Ini hanya semacam sketsa daftar nama yang juga tidak ada identitasnya, tidak ada apa-apanya, tidak lebih dari ini, apakah ini sampah, tidak juga,” imbuhnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku tak sempat menanyakan kepada BEM UI kenapa hanya data tersebut yang diberikan. Menurut dia, seharusnya sebagai mahasiswa bisa lebih kritis terhadap kelengkapan data yang dititipkan Veronica Koman.

“Anda kan mahasiswa, seharusnya tanya dokumennya mana, kok cuma kayak gini, data pelangkapnya mana,” pungkas Mahfud.

Diketahui, saat memberikan kuliah umum di UI, Senin (17/2), Mahfud diberi sebuah dokumen oleh BEM berisikan daftar korban jiwa masyarakat sipil dan tahanan polisi selama kerusuhan di Papua. Dokumen tersebut berisikan data yang sama dengan dokumen yang diklaim Veronica Koman telah diberikan kepada Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Canberra, Australias.

“Tadi saya terima dokumen dari BEM UI yang katanya daftar tahanan atau korban pelanggaran, itu saya terima,” kata Mahfud. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...