Direksi Baru PDAM Makassar Dilantik, Kebocoran Jadi Tugas Besar

Selasa, 18 Februari 2020 09:25

Proses pelantikan direksi baru PDAM Makassar, di Aula Tirta Dharma PDAM, Selasa (18/2/2020). FOTO: ANDI NUR ISMAN/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Direksi baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar periode 2020-2025 resmi dilantik, Selasa (18/2/2020). Tugas besar menanti kinerja mereka. Mesti banyak berbenah.

Ada banyak catatan yang perlu ditelusuri direksi baru secara serius. Sebab, selama ini pengelolaannya dinilai tak berjalan maksimal.

Informasi yang dihimpun FAJAR, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), direksi periode 2015-2019 mencatatkan kebocoran pendapatan yang cukup besar.

Kebocoran ini mengurangi jumlah pendapatan PDAM tahun berjalan yang berdampak pada berkurangnya perhitungan laba bersih. Misalnya saja di 2018, PDAM menyetor deviden sebasar Rp41 miliar. Sedangkan di 2019, PDAM hanya bisa menyetorkan Rp10 miliar saja.

Dugaan korupsi dalam pengelolaan perusahaan “basah” ini juga belakangan mencuat. Direksi harus bisa menelusuri dugaan ini. Jangan sampai, kerugian menjadi semakin besar.

Menyikapi hal itu, BPK juga telah merekomendasikan Wali Kota Makassar selaku owner untuk melakukan audit kepada PDAM Makassar. Utamanya mengenai kebocoran yang jauh dari ambang batas yang diperbolehkan.

Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengaku akan memberi perhatian khusus terhadap pengelolaan direksi PDAM yang baru. Dugaan-dugaan yang selama ini mencuat ke publik, diakuinya bakal dijadikan sebagai prioritas untuk dituntaskan.

“Tugas besar memang menanti direksi baru. Saya ingin banyak pembenahan pada pengelolaan perusahaan ini. Apalagi, menyangkut kepentingan masyarakat Makassar,” kata Iqbal.

Komentar


VIDEO TERKINI