Disanksi Gara-gara Unggahannya Singgung Jokowi, Dosen Unnes Melawan

0 Komentar

Sucipto Hadi Purnomo. (Dok. Pribadi)

FAJAR.CO.ID — Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr Sucipto Hadi Purnomo, mengaku tidak kaget saat mendapat sanksi bebas tugas sementara.

Sanksi tersebut diduga diberikan karena dia mem-posting di Facebook kalimat “Penghasilan anak-anak saya menurun drastis pada lebaran kali ini. Apakah efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?”. Postingan itu diunggah pada 10 Juni 2019.

“Masalah dibebastugaskan, menurut saya, bukan sesuatu yang mengejutkan. Tapi mengherankan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang (grup FAJAR) Senin (17/2/2020) kemarin .

Sanksi yang diputuskan melalui Keputusan Rektor Unnes Nomor B/167/UN37/HK/2020 tersebut berlaku mulai Rabu (12/2) sampai turunnya keputusan tetap.

“Saya dituduh menghina Presiden Jokowi. Kalau memang iya, buktikan saja. Namun, karena kita orang akademik, penyelesaian paling elegan adalah menggelar forum akademik, misalnya debat terbuka atau pun sidang forum akademik,” ujarnya.

Menurut dia, pemeriksaan baru dimulai dan akan dijanjikan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan sebelumnya, menurut dia, tidak berfokus pada substansi terkait dengan unggahannya.

“Dari situ saya tanyakan SOP dan SK-nya. Saya kira ini wajar dan hak bagi terperiksa. Setelahnya malah muncul sanksi dengan sangkaan menghina simbol negara, yakni presiden,” tambahnya.

Sucipto ingin memastikan hukuman yang diterima sesuai dengan prosedur. Namun, jika tidak, dosen fakultas pendidikan bahasa dan sastra Jawa tersebut akan melawan.

“Saya tunduk kepada aturan. Tapi, kalau dipaksakan dan keluar dari jalur, tidak ada kata lain, yakni melawan,” ujar dosen yang pernah masuk Tim EKA Kemendikbud tersebut. Tim itu menyelidiki dugaan plagiarisme yang dilakukan rektor Unnes.

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman ketika dihubungi enggan berbicara banyak. Dia hanya menjelaskan bahwa kampusnya taat asas dalam pembinaan dosen. Sekitar pukul 17.58, Fathur mengunggah posting-an di akun Instagram pribadinya bertulis Satire adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sindiran atau ejekan terhadap suatu keadaan atau seseorang. Mari santun berbahasa anakku.

Jika dikaitkan dengan unggahan Fathur, itu adalah jawaban dari pernyataan Sucipto yang mengaku unggahan tersebut hanya bagian dari ujaran satire lantaran saat itu presiden sering kali disalahkan untuk segala sesuatu.

“Saya posting soal kenapa uang saku anak saya berkurang saat Lebaran. Itu artinya anak saya bertambah banyak. Terlebih, anak saya juga sudah kehilangan beberapa simbahnya. Karena saat itu cucu Jokowi, si Jan Ethes, sedang mesra dengan Jokowi, saya hanya satire kalau apa-apa salah presiden. Ini murni satire, bukan menghina siapa pun,” kata Sucipto.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan internal Unnes. (JPNN)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...