Guru Besar Ke-400 dan 401 Unhas Dikukuhkan, Keduanya Dosen FKG

Selasa, 18 Februari 2020 21:07

FOTO: ISTIMEWA

Komponen organik saliva yang utama adalah protein yang secara kuantitatif penting adalah alpha-amilase, protein kaya prolin dan musin. Protein saliva memiliki fungsi protektif terhadap antimikroba, lubrikasi dan pencernaan, komponen tersebut berperan pada integritas fungsional rongga mulut dan mendukung proteksi melawan penyakit rongga mulut, sedangkan alpha-amilase memecah makanan menjadi kesatuan karbohidrat yang kecil sehingga mudah di cerna.

Pemeriksaan saliva dapat memberikan informasi secara keseluruhan tentang kesehatan pasien baik penyakit rongga mulut maupun bagian tubuh yang lain karena saliva merupakan cerminan dari keadaan umum pasien. Cairan biologis ini bisa memantau keadaan penyakit sehingga saliva dalam diagnostik molekuler dan potensinya dimasa yang akan datang patut diperhitungkan.

Pengetahuan dan inovasi bidang kedokteran gigi telah berkembang dengan pesat selama beberapa tahun terakhir. Perkembangan tersebut berlandaskan atas pemahaman biologi oral yang secara komprehensif mempelajari fenomena biologis di dalam rongga mulut yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan rongga mulut maupun kesehatan tubuh secara umum.

“Biologi oral dapat memberikan penjelasan mendasar mengenai mekanisme yang komprehensif sampai ke tingkat molekuler mengenai fenomena biologis dalam rongga mulut yang menjadi cermin tubuh. Saliva omiks memiliki potensi untuk mendiagnosa penyakit tahap dini, namun penelitian yang berbasis saliva masih dibatasi oleh kurangnya metode dan teknik yang efisien,” jelas Prof Asmawati.

Komentar


VIDEO TERKINI