Pakai Atribut Marinir Kencani 4 Janda dan Dosen, Kusna Ghoibi: Janda Itu Enak…

0 Komentar

TENTARA KW: Kusnan Ghoibi, untuk mendapatkan kekasih yang mau diajak kencan, kuli bangunan ini menyaru sebagai anggota Marinir. (khudori/radarmojokerto.id)

FAJAR.CO.ID, MALANG — Kusnan Ghoibi, 29, warga Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini terbilang nekat. Menyusul, untuk mendapatkan kekasih yang mau diajak kencan, pria yang kesehariannya sebagai kuli bangunan ini menyaru sebagai Marinir yang bertugas di Surabaya.

Bahkan, seusai menikmati adegan ranjang, dia juga mempreteli barang berharga milik para korban. Seperti handphone, uang tunai, hingga unit sepeda motor. “Pakai atribut (TNI AL) itu agar cepat laku,’’ kata Kusnan di hadapan petugas kemarin.

Kusnan mengaku membeli atribut TNI di Pasar Turi, Surabaya. ’’Modal Rp700 ribu,’’ ungkapnya. Dari lima korban, diakuinya hanya empat saja yang disetubuhi.

Keempanya berstatus janda. “Janda itu enak. Enak diajak ngobrol,” tandasnya. Menyaru anggota Marinir gadungan, dia berkeyakinan akan dengan mudah menggaet perempuan untuk dijadikan pasangan kekasih lalu diajak berkencan. Dengan modus itu, dia berhasil mengajak kencan sejumlah perempuan yang dikenalnya melalui media sosial (medsos) Instagram (IG).

Tak hanya sebatas kencan, pelaku yang memakai nama akun Instagram Alikusnanaldin ini juga melakukan tindak pidana penipuan dan pencurian sejumlah barang berharga milik korban. “Hasil pengembangan, ada lima perempuan menjadi korban,” ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Feby D.P Hutagalung.

Selain di wilayah hukum Polres Mojokerto, pelaku juga beraksi di wilayah Krian, Sidoarjo, Kenjeran Surabaya, dan Songgoriti, Kota Batu. ’’Rata-rata perempuan yang jadi korban adalah janda. Tapi ada juga yang statusnya dosen dan mahasiswa,’’ ujarnya.

Terbongkarnya aksi Marinir ilegal ini berawal dari laporan korban, Tetri Setyawati, 32, warga Kota Surabaya. Korban yang statusnya sebagai dosen di salah satu kampus swasta di Kota Pahlawan ini diajak check-in di vila Jati Pacet, Minggu (2/2) lalu.

Tersangka melakukan aksi kejahatan dengan menyamar sebagai anggota Marinir yang bertugas di Kopaska. Dari laporan korban, dia berhasil ditangkap Rabu (14/2) sekitar pukul 13.30 di tempat kos, Desa Mbringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Modusnya, secara acak, tersangka mengajak korban berkenalan melalui IG.

Untuk mengelabui korban, dia sengaja memasang foto profil anggota Marinir berseragam lengkap di akunnya. Selain itu sejumlah foto postingannya juga banyak kaitannya dengan giat TNI. Kebetulan, November 2019, pelaku sebagai kuli bangunan di proyek pembuatan GOR Lantamal V Perak Surabaya. ’’Pelaku membeli atribut dan mengaku jadi TNI AL ini memang sebagai modus melancarkan aksi jahatnya,’’ tegasnya.

Sebaliknya, dari sejumlah foto yang diunggah dalam Instagram pelaku. Foto tersebut merupakan hasil unduhan yang dicari tersangka dengan berselancar download dari dunia maya. Karena dianggap cukup meyakinkan, hal itu membuat para korban tak kuasa menolak ajakan tersangka untuk bertemu. Dari akun palsu ini pelaku ikut memanfaatkan aplikasi Tantan untuk mencari jodoh.

Dari akun tersebut pelaku berkenalan dengan para wanita yang punya tujuan sama, yakni mencari jodoh. Setelah saling tukar nomor handphone antara pelaku dan korban memutuskan saling bertemu. Saat bertemu, pelaku mengaku menjadi anggota TNI AL. Setelah kenal lebih jauh, keduanya akhirnya melangsungkan hubungan lebih serius. Menggunakan sepeda motor korban, pelaku mangajak jalan-jalan. Berbagai janji manis pun dilontarkan Kusnan.

Seperti mengaku masih bujang. Padahal, statusnya duda satu anak. Perlahan dia berniat mengajak korban menikah. ’’Dengan mudah, para korban juga mau diajak berhubungan badan,’’ tegasnya. Untuk bisa menguasi barang berharga milik korban, Kusnan selalui memanfaatkan kelengahan korban. Setelah hubungan layaknya suami istri dilakukan, diam-diam pelaku membawa barang berharga milik korban.

Seperti HP, sepeda motor, laptop, dan uang tunia. Selain menangkap tersangka, petugas turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu stel baju loreng, satu pasang sepatu lars TNI, satu potong jaket loreng, satu unit sepeda motor hasil kejahatan, satu rompi bertulis Kopaska TNI AL, dua HP dan kartu ATM, dan SIM milik para korban. Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal berlapis 362 KUHP tentang Pencurian dan pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. ’’Ancaman hukuman pidananya selama tujuh tahun penjara,’’ tandas Feby. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...