Proyek Pipanisasi Avtur, Dugaan Silvia di Makassar Menguat

Selasa, 18 Februari 2020 15:00

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Proyek pipanisasi avtur PT Pertamina berhenti. Pekerjaannya berakhir di Jalan Insinyur Sutami.

Pekerjaan pipanisasi avtur dari Pelabuhan Makassar hingga ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dikerjakan PT MJPL. Anggarannya Rp155 miliar. Pipa berwarna hitam yang digunakan sudah berhamburan.

Dahulunya banyak berserakan di samping Jembatan penyeberangan pertama jalan tol. Sekarang, pipa itu sudah hilang. Entah siapa yang mengamankan. “Mungkin dipindahkan-mi,” kata mantan pekerja MJPL yang namanya minta untuk tidak disebutkan, Senin, 17 Februari.

Pekerjaan pipanisasi itu dibuat tertutup. Pipanya ditanam di dalam tanah. Ia sendiri mengaku bergabung melakukan pekerjaan itu sekitar tahun 2016. “Berhenti pekerjaannya karena bermasalah bos,” bebernya singkat.

Untuk memulai pekerjaan pipanisasi itu, setahunya, pimpinan PT MJPL meminjam dana di beberapa bank. Hingga akhirnya ada dua bank yang mencairkan anggaran masing-masing Rp150 miliar. “Begitu yang saya dengar. Entah benar atau tidak,” imbuhnya.

Sebelumnya diproyeksikan jaringan pipanisasi avtur bisa dipergunakan pada September 2018 lalu. Menurut, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan proyek pipanisasi ini hampir rampung tetapi dihentikan sementara.

“Sebetulnya pengerjaan (proyek pipanisasi avtur) ini berhenti bukan karena mangkrak. Dihentikan karena ada perubahan blue print pengembangan bandara,” katanya di kantornya kemarin.

Menyoal proyek ini, lanjut Hatim, dikerjakan banyak perusahaan. Terlepas dari PT MJPL termasuk di dalamnya atau tidak. “Pada dasarnya proyek ini ditangani Pertamina pusat. Kami di MOR VII cukup memantau pengerjaan,” terangnya.

Komentar


VIDEO TERKINI