Proyek Pipanisasi Avtur, Dugaan Silvia di Makassar Menguat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Proyek pipanisasi avtur PT Pertamina berhenti. Pekerjaannya berakhir di Jalan Insinyur Sutami.

Pekerjaan pipanisasi avtur dari Pelabuhan Makassar hingga ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dikerjakan PT MJPL. Anggarannya Rp155 miliar. Pipa berwarna hitam yang digunakan sudah berhamburan.

Dahulunya banyak berserakan di samping Jembatan penyeberangan pertama jalan tol. Sekarang, pipa itu sudah hilang. Entah siapa yang mengamankan. “Mungkin dipindahkan-mi,” kata mantan pekerja MJPL yang namanya minta untuk tidak disebutkan, Senin, 17 Februari.

Pekerjaan pipanisasi itu dibuat tertutup. Pipanya ditanam di dalam tanah. Ia sendiri mengaku bergabung melakukan pekerjaan itu sekitar tahun 2016. “Berhenti pekerjaannya karena bermasalah bos,” bebernya singkat.

Untuk memulai pekerjaan pipanisasi itu, setahunya, pimpinan PT MJPL meminjam dana di beberapa bank. Hingga akhirnya ada dua bank yang mencairkan anggaran masing-masing Rp150 miliar. “Begitu yang saya dengar. Entah benar atau tidak,” imbuhnya.

Sebelumnya diproyeksikan jaringan pipanisasi avtur bisa dipergunakan pada September 2018 lalu. Menurut, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan proyek pipanisasi ini hampir rampung tetapi dihentikan sementara.

“Sebetulnya pengerjaan (proyek pipanisasi avtur) ini berhenti bukan karena mangkrak. Dihentikan karena ada perubahan blue print pengembangan bandara,” katanya di kantornya kemarin.

Menyoal proyek ini, lanjut Hatim, dikerjakan banyak perusahaan. Terlepas dari PT MJPL termasuk di dalamnya atau tidak. “Pada dasarnya proyek ini ditangani Pertamina pusat. Kami di MOR VII cukup memantau pengerjaan,” terangnya.

“Pengerjaannya pun di laporkan kami berjalan sesuai,” tambahnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menerangkan, kasus ini juga menjadi perhatian dari pihak Pertamina. Hanya saja, ia belum ingin memberi tanggapan lebih jauh.

“Saya sampaikan ke legal dahulu, ya,” terangnya.

Keberadaan Silvia

Sementara itu, penagih dari bank yang biasanya lalu lalang di kantor PT MJPL di Jalan Beruang, sudah jarang menampakkan diri. Apalagi, kantor berlantai lima itu masih saja terkunci.

Kediaman The Jonny alias Tejho alias Cidu, di Perumahan Bougenville, tampak sepi. Satpam masih berjaga di dalam. Hanya saja, tak satu pun yang dapat ditemui. Ketukan pintu berulang kali belum mendapat respons dari pemilik rumah atau penjaga.

Saat dipantau malam hari, seluruh lampu di teras rumah kediamannya menyala. Mobil berwarna hitam di depan pintu pagarnya sepertinya tidak bergerak. Di dalam pagar, ada tiga unit motor berbeda merek.

Terkait informasi kebebasan Silvia istri Cidu, yang juga ditetapkan sebagai tersangka mulai dibenarkan maayarakat yang cukup mengenalnya. “Kalau istrinya lepas-mi. Mungkin jaminan, ya, karena kan sama-ji suaminya,” kata salah seorang sumber yang identitasnya minta dijaga. (ans-tam/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...