Sambut Satu Dekade, Rumata’ Jadi Ruang Intelektual dan Budaya

Suasana diskusi di Rumata'.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Tahun depan merupakan perayaan bersama menyambut satu dekade berdirinya Yayasan Rumata’ yang berfokus sebagai Venue/Avenue dalam pertukaran seni, budaya serta intelektual dari dan untuk Indonesia Timur.

Yayasan Rumata’ mengorganisasi dua program unggulan yang diselenggarakan secara mandiri, yakni Makassar International Writers Festival (MIWF) dan SEAScreen Academy serta membangun Rumah Budaya Rumata’ ArtSpace pada tahun 2011 dengan sirkulasi organisasi yang kondusif.

Sejak resmi didirikan, Rumata’ ArtSpace sebagai rumah budaya yang berbasis di Makassar telah menjadi mitra yang sangat diminati oleh begitu banyak organisasi, lembaga dan komunitas ditandai dengan rutinnya kegiatan yang diadakan di Rumata’.

Agaknya terlalu dini untuk menyatakan bahwa sembilan tahun hadirnya Rumata’ ArtSpace, telah memberi kesan & dampak yang signifikan bagi kemajuan Makassar sekaligus Indonesia Timur di sektor intelektual, kebudayaan, dan literasi.

Namun, tak pula dapat dipungkiri sejak sembilan tahun lalu, Rumata’ ArtSpace telah ikut terlibat dalam melahirkan ide, gagasan, serta menggerakkan layar bagi arah tuju kebudayaan kita melalui sastra dan film.

“Selama sembilan tahun di Rumata’ Saya menyaksikan dinamisnya kerja sama lintas generasi dan ini yang menjadi salah satu kekuatan. Saya ingin melihat lebih banyak lagi kegiatan pertukaran intelektual dan budaya yang muncul, yang digerakkan oleh generasi kedua Rumata’ yang mulai tumbuh. Juga penting untuk terus menerus mendorong kesadaran para seniman, kreator dan bakat-bakat baru yang bekerja sama dengan Rumata’ bahwa mereka adalah bagian penting dari pertukaran intelektual dan budaya secara global.” ujar Lily Yulianti Farid, Pendiri, Konseptor, dan Direktur Eksekutif Rumata’ ArtSpace, Selasa, 18 Februari.

Rumata’ ArtSpace akan tetap konsisten sebagai ruang yang kokoh bagi tumbuh-kembangnya kesadaran serta potensi bersama.

Untuk itu, Rachmat Hidayat Mustamin, seorang pembuat film dan penulis asal Makassar, bergabung selaku Direktur Program dan Kerjasama Rumata’ ArtSpace yang baru. Hal ini diharapkan membawa angin perubahan bagi jalinan kerjasama serta program-program yang terinisiasi dalam rangka menggali kekhasan khazanah budaya dan intelektual yang kita miliki.

Sebagai salah satu rumah budaya yang penting dalam peta kebudayaan Indonesia, khususnya di Indonesia Timur, Rumata’ ArtSpace akan mencoba kemungkinan lain di ranah infrastruktur dalam sepuluh tahun ke depan.

“Kita selalu berupaya menjadikan Rumata’ ArtSpace sebagai ruang-berbagi (sharing-space) dengan konsep yang berkelanjutan, serta sehat dan inklusif yang tercermin dari rancang arsitekturnya. Kita berharap dalam waktu dekat akan melahirkan ruang berstandar internasional yang tidak hanya lebih potensial tapi juga terjangkau bagi segala kalangan untuk kegiatan-kegiatan diskusi, peluncuran buku, pameran dan presentasi karya seni, lokakarya, pemutaran film dan residensi seniman.” ujar Riri Riza, selaku pendiri, konseptor dan direktur eksekutif Rumata’ ArtSpace.

Selain itu, Rumata’ ArtSpace begitu gembira bersinergi dengan tiga In-House Creative Partners, di antaranya, Little Joyful Stories: podcast dongeng dalam bentuk lokakarya bersama anak-anak, NasiBaik: creativepreneur ramah lingkungan yang menjadi salah satu pionir gerakan minim sampah (zerowaste) di Makassar serta Jamaah Kreatif Sektor Selatan (JKSS) sebagai inkubator dalam rancang komunikasi visual. (rls-ham)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...