Status Buronan, KPK Minta Maqdir Ismail Serahkan Nurhadi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada pengacara Maqdir Ismail untuk segera menyerahkan tersangka pengurusan kasus di Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Sebab saat ini, KPK telah memasukan nama Nurhadi ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Imbauan ini dikeluarkan karena Maqdir menyebut kliennya masih berada di Jakarta. Penetapan DPO terhadap Nurhadi dan dua tersangka lainnya yakni, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soejanto lantaran tidak kooperatif mendatangi Gedung KPK.

“Silakan Pak Maqdir datang ke KPK dan laporkan serta infokan kepada kami (KPK) di mana posisi tersangka yang disampaikan katanya ada di Jakarta,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/2) malam.

Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini pun mempertanyakan kapasitas Maqdir yang mengungkapkan, Nurhadi masih berada di Jakarta. Menurutnya, Maqdir Ismail diketahui hanya kuasa hukum Nurhadi saat menjalani praperadilan.

“Kami tidak mengetahui posisi dari Pak Maqdir sebagai kuasa hukum dari para tersangka kah? Memang yang kami tahu hanyalah sebagai kuasa hukum dari praperadilan,” ungkap dia.

Oleh karena itu, Ali menyebut jika terdapat yang menyembunyikan Nurhadi beserta dua orang lainnya sama saja menghalang-halangi upaya penyidikan KPK. Bisa dijerat pasal obstruction of justice sesuai Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...