Triliunan Dana Nasabah Bank Permata Dibobol, Ini Modus The Johnny Cs

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Modus pembobolan dana nasabah yang dilakukan The Johnny cs sangat rapi dan terstruktur. Penegakan hukumnya mestinya tegas. Bukan mengambang.

Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan kasus pembobolan Bank Permata, tetap berlanjut. Prosesnya sudah masuk tahapan persiapan untuk sidang. Hanya saja, bukan untuk ketiga tersangka sekaligus. Kejagung baru merampungkan berkas untuk tersangka, Sumarto Gosal.

“Berkasnya Sumarto Gosal dalam tahap persiapan untuk sidang. Sementara untuk tersangka lain The Johnny baru akan masuk tahap II besok (hari ini),” beber Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, kemarin sore.

Setelah masuk tahap II, kata dia, pihaknya juga segera menyiapkan berkas untuk proses sidangnya. Hanya saja, sebelum itu ada tahapan ekspose di intel dan tingkat pimpinan yang menurutnya harus dilalui.

Nantinya, tersangka akan diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Jadwal sidangnya, kami menunggu dari hakim. Sementara untuk tersangka The Johnny kami tunggu lagi proses selanjutnya,” jelasnya.

Bagaimana dengan tersangka Silvia? Ia menyebut berkas perkaranya dikembalikan ke Bareskrim Polri. Masih perlu dilengkapi. “Kalau Silvia masih P19. Jadi kembali ke kewenangan penyidik (polisi). Yang lain sudah diproses di Pidana Umum,” tambahnya.

Soal penahanannya, ia hanya mengakui baru Sumarto Gosal yang berstatus tahanan kejaksaan. “Ia (Sumarto Gosal) ditahan di Rutan Salemba,” bebernya. Adapun The Johnny dan Silvia pihak kejagung tidak mengetahuinya.

Terkait hal itu, Karopenmas Brigjen Argo Yuwono, mengaku perkembangan terakhir, seluruh berkas tiga tersangka pembobolan Bank Permata tersebut, sudah didorong ke kejagung. Ia belum meng-update soal pengembalian berkas ke Polri.

Soal status kedua tersangka, yakni The Johnny dan Silvia ditahan atau tidak, pria yang akrab disapa Argo ini tak ingin mengomentarinya. Termasuk adanya perempuan mirip Silvia yang terpantau FAJAR keluar masuk di kompleks perumahan The Johnny tinggal.

“Nanti ya, saya harus pastikan dahulu. Kalau tersangka sudah tahap II berarti kewenangan di kejaksaan,” beber Jenderal bintang satu itu tadi malam.

Asal tahu saja, penahanan tersangka di kepolisian memiliki batas waktu. Masa penahanan pertama adalah 30 hari kemudian dapat diperpanjang 20 hari. Jika melihat penangkapan November lalu, kemungkinan kedua tersangka itu sedang berkeliaran. Walau di sisi lain, kasusnya tetap jalan.

Cari Dalang

Pengamat hukum pidana Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Hambali Thalib menjelaskan, untuk masa penahanan ketiga tersangka itu dalam Undang-undang hukum acara, tidak memperhitungkan selama ia buron.

Hal itu dikarenakan dinyatakan bandel atau melawan hukum. Bahkan beberapa kasus tidak diberikan kesempatan untuk melakukan prapradilan. Soal masa penahanan di kepolisian, 30 hari dan dapat diperpanjang 20 hari.

Apabila, melebihi masa penahanan tersangka keluar demi hukum. Bukan bebas demi hukum. “Penyidikan kasusnya tetap bisa jalan, yang bebas hanya orangnya. Jadi hal itu bukan bebas demi hukum,” ungkapnya.

Kejaksaan Agung berharap kasus pembobolan dana nasabah ini harus terbuka. Sebab, bukan hanya menjadi bahan pembicaraan, juga memberikan dampak yang luas pada perbankan. Bahkan ia menduga ketiga tersangka hanya pelaku lapangan. Bukan intelektual.

Dilihat dari modusnya, mekanismenya rapi dan terstruktur dengan baik. “Saya sangat yakin masih ada orang lain yang terlibat. Kemungkinan ini sangat besar dan harus dicari hingga dapat,” sambung Prof Hambali, tadi malam.

Nasabah Lama

Head Area PT Bank Permata Makassar Tony Tjiang mengatakan pihaknya tidak banyak tahu soal kasus ini. Masalah ini pun menjadi kewenangan Bank Permata di Jakarta.

“Jika dana Rp800 miliar itu pasti pusat. Cabang tidak bisa kasi keluar,” katanya. Akan tetapi, pihaknya mengakui bahwa The Johnny salah satu nasabah lama di Bank Permata Makassar.

“Bahkan saat saya kerja di bank yang sebelum ke Bank Permata pun Johnny sudah dikenal,” katanya. Dari informasinya, The Johnny pengusaha yang juga nasabah di bank lainnya.

Bahkan pengajuan kreditnya juga sering di bank-bank lainnya. Bukan hanya di Bank Permata. “Namanya pengusaha kan pasti butuh kredit. Siapa juga tidak kenal The Johnny di sini,” katanya.

Ia hanya bisa menegaskan tak tahu banyak terkait persoalan ini. Pihaknya pun tak berani komentar dengan melangkahi pusat. “Saya kasi keterangan salah kan salah juga. Apapun itu terkait ini semua di pusat yang melapor,” tegasnya. (ful-tam-lis-edo/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...