3 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Dieksekusi ke RS Jepang

Rabu, 19 Februari 2020 10:41

DIKARANTINA: Penumpang kapal pesiar Diamond Princess menunggu di balkon saat kapal bersandar di Yokohama, Selasa (18/2). Setidaknya ada 454 di antara 3.700 penumpang positif tertular virus korona. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

FAJAR.CO.ID, JEPANG– WNI yang terinfeksi virus korona bertambah. Setelah seorang TKI di Singapura, kemarin tiga kru kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan positif terjangkit virus asal Wuhan, Tiongkok, itu.

Informasi tersebut diterima Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dari otoritas kesehatan Jepang. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pemerintah Jepang sudah membawa tiga WNI tersebut ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Dua orang dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba. Untuk seorang lainnya, belum jelas RS mana yang menangani.

Dalam pertemuannya dengan Dubes Jepang Masafumi Ishii kemarin pagi, Retno meminta pemerintah Jepang memberikan perhatian lebih terhadap kondisi WNI di kapal pesiar yang sedang sandar di Pelabuhan Yokohama itu.

Dia juga meminta informasi mengenai tindak lanjut setelah masa karantina berakhir hari ini (19/2).

’’Sebab, info yang kami peroleh sampai saat ini cukup terbatas,’’ ujar perempuan 57 tahun tersebut. Retno juga meminta otoritas Jepang memastikan perusahaan yang mempekerjakan para WNI itu menjamin hak-hak mereka.

Dia menyatakan, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang di Tokyo sudah bertolak ke Kota Chiba. Mereka akan memastikan tiga WNI yang positif terinfeksi Covid-19 tersebut mendapat penanganan medis yang baik.

Mengenai pemulangan WNI kru kapal pesiar Diamond Princess, Retno mengakui tidaklah mudah. Sebab, mereka terikat kontrak kerja dengan perusahaan agensi yang mempekerjakan mereka. Jika pemerintah memulangkan para WNI itu begitu saja, perusahaan bisa lepas tangan. Tidak memberikan jaminan kesehatan atau tidak akan mengontrak kembali mereka begitu situasi kembali kondusif.

Komentar