Berebut Lahan Parkir, Staf Dinas Perhubungan Ditodong Senjata

Rabu, 19 Februari 2020 11:14

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Polisi mesti mengusut kepemilikan senjata oleh Syafruddin Sjamsu Alam alias Pallung. Airsoft gun yang dimilikinya diduga ilegal.

Meski tidak mematikan, airsoft gun milik Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Damkar Parepare tersebut bisa membuat cedera. Pistol milik putra mantan Wali Kota Parepare ini ditodongkan ke staf dishub Parepare pada Minggu, 16 Februari. Kejadiannya di sekitar Pasar Lakessi. Hanya karena berebut lahan parkir.

Yahya, korban yang diduga ditodong pistol oleh Pallung, hingga saat ini belum berani angkat bicara. Diduga masih ketakutan berurusan dengan Pallung. Sebab Pallung dikenal memiliki massa banyak.

Menurut Andi Ahmad, staf UPTD Dishub Parepare, mengemukakan, Pallung diduga mengomandoi sejumlah preman di Parepare. Utamanya di sekitar Pasar Lakessi yang saat ini lagi diperebutkan. Ahmad siap bersaksi.

“Saya ada didekatnya kok. Masa itu, saya tak bisa bedakan mana pistol mana Handy Talky. Memangnya saya anak-anak apa!,” ujarnya, Selasa, 18 Februari.

Bahkan, kata Ahmad, bukan hanya dirinya yang melihat. Tetapi, ada juga seorang anggotanya. Bahkan pula seorang sopir pete-pete. “Nanti saya sebutkan saksi-saksinya. Kalau memang perlu,” tutupnya.

Terpisah, Pallung membantah keras bilang dikatakan dia sudah melakukan penodongan. Dia berani menjamin tidak melakukan itu.

Bahkan, sebaliknya dia mengancam akan melapor balik. Karena, sejauh ini tak ada bukti dia. “Justru saya mau kasih masuk itu pak Ahmat gunakan preman,” sesalnya.

Sebelumnya, Plt Kadis Dishub Parepare, Iskandar Nusu, mengatakan, pihaknya telah melakukan mediasi antara kedua pihak. Yakni Pallung dan pihak yang diduga ditodong. “Tahan dulu karena kita masih komunikasi,” ujarnya.

Komentar