Buronan KPK, Haris Azhar: Sengaja Dibuat DPO, Lalu Praperadilan Terus Diputus Bebas

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar merasa heran dengan tanggapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pelaporannya mengenai keberadaan mantan Sekertaris Mahkamah Agung, Nurhadi.

Sebab, pada Selasa (18/2) kemarin, Haris menyambangi KPK memberitahu bahwa Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono berada di salah satu apartemen mewah di kawasan DKI Jakarta.

“KPK mempersilahkan saya lapor ke KPK. Padahal alamat apartemenya ada di KPK, para penyidik sudah tahu. Buat apa muter-muter suruh saya lapor lagi,” kata Haris dikonfirmasi, Rabu (19/2).

Aktivis HAM ini mencurigai adanya modus baru yang dilakukan KPK. Menurutnya pimpinan KPK jilid V sengaja memasukan Nurhadi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Jadi, sengaja dibuat DPO. Lalu praperadilan, terus diputus bebas,” ucap Haris.

Oleh karena itu, lembaga antirasuah seharusnya secara tegas menjemput paksa Nurhadi beserta dua tersangka lainnya terkait pengurusan kasus di Mahkamah Agung (MA). Pimpinan KPK era Firli Bahuri dinilai tidak tegas terhadap tersangka korupsi.

“Buat saya aneh, kenapa tiba-tiba DPO? Wong KPK belum pernah cari, belum pernah geledah, cuma mengandalkan pemanggilan saja. Nurhadi tidak hadir lalu dinyatakan DPO, ke depannya KPK kayak gini sangat disayangkan. Receh banget,” sesalnya.

Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menantang Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar untuk bisa membeberkan secara terbuka soal keberadaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Kedua tersangka pengurusan kasus di MA itu merupakan buronan KPK.

Komentar


VIDEO TERKINI