Dugaan Penculikan Murid SD Viral, Seperti Ini Rekaman CCTV

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JEMBER– Dugaan percobaan penculikan terhadap anak di bawah umur kembali mencuat di lini masa media sosial masyarakat Jember dan meresahkan sejumlah kalangan masyarakat.

Tepatnya di SDN Jember Lor 1 kemarin (18/2) siang. Korbannya adalah salah satu kelas IV SD. Pemberitaan tersebut tersebar luas melalui WhatsApp, Facebook, juga Instagram, dan sempat menghebohkan masyarakat Jember. Terutama para wali murid.

Mengetahui kejadian itu, Kapolsek Patrang Iptu SM Agus Wijaya dan jajarannya datang dan mengolah informasi di tempat kejadian perkara (TKP). Namun, pengusutan perkara mengalami keterlambatan lantaran menunggu korban dan wali murid tiba. Kendala lain adalah hujan, sehingga dua di antara tiga korban baru datang beberapa jam kemudian.

Berdasar data yang didapatkan dari keterangan korban, kejadian tersebut bermula saat salah satu anak itu keluar untuk membeli jajanan di depan sekolah. Lalu, ada seorang laki-laki mengenakan jaket tiba-tiba memegang pinggang salah satu siswi. Karena merasa tak kenal dengan pria itu, dia memukul kaki pelaku. Setelah pelaku melepaskan tangannya, korban pun berlari dan menghampiri kedua temannya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan yang menjelaskan bagaimana kejadian ini viral di media sosial. Sebab, Kepala SDN Jember Lor 1 Hartatik enggan memberi komentar. Namun, polisi mendapatkan pencerahan setelah menyaksikan rekaman CCTV di dekat gerbang sekolah.

Berdasar hasil rekaman, diperkirakan pelaku berusia di atas 50 tahun. Salah satu siswi tersebut juga telah menunjuk orang yang memegangnya dari belakang. Setelah gambar pada CCTV diperjelas, muka pelaku tampak jelas. “Orang ini juga wali murid, Pak,” tegas salah satu satpam sekolah yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan sementara, pelaku merupakan salah satu wali murid yang salah jemput. Menurut Eko, salah satu petugas berwajib, jika memang berniat melakukan penculikan, orang tersebut semestinya membawa korbannya menjauh dari keramaian teman-temannya lebih dulu. “Mungkin dia kira, anak itu adalah anak atau cucunya,” tuturnya.

Menurut dia, masyarakat termakan isu di media sosial. Belum dibuktikan kebenarannya, tapi sudah disebarluaskan. Hingga pukul 21.30, Kapolsek Patrang beserta jajarannya masih mengusut kejadian tersebut.

“Harapannya, kejadian itu jelas dan tidak menimbulkan ketakutan untuk masyarakat Jember. Selain itu, masyarakat diharapkan kritis dan tak termakan isu yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...