Ilham Indosat

  • Bagikan

Sambil menunggu bagasi, Ilham ke konter ponsel. Ia membeli kartu lokal, Optus. Saya pun membeli kartu Optus saat berada di Darwin Australia di pekan yang sama.

Saat bertemu putrinya di terminal kedatangan Ilham sudah bisa menggunakan Optus. Ia tidak terlalu risau dengan sinyal ponselnya yang SOS.

Ilham sendiri sebenarnya mengharapkan agar putrinya liburan akhir tahun di Indonesia. Tapi sang putri pilih nyambi bekerja. Dia mengambil pekerjaan paro waktu di Melbourne. Gajinya mahal. Maklum di akhir tahun seperti itu banyak karyawan memilih libur.

Ketika Ilham tiba di Melbourne hari sudah Sabtu siang. Sang putri punya waktu menemani ayah ke shopping center. Ilham belanja barang senilai 44 dolar Australia. Tidak ada masalah dengan kartu kreditnya.

Tapi ketika tanggal 6 Januari ke ATM di Melbourne ia terkejut: saldonya NOL. Ia pun memotret layar ATM itu.

Sebelum itu ia sudah curiga. Yakni ketika ke salah satu shopping center. Dananya di bank dinyatakan tidak cukup. Ilham minta belanjanya dikurangi. Masih tidak cukup.

Mulailah Ilham curiga. Lalu Ilham minta dicoba untuk hanya menggunakan dana 20 dolar --terendah yang diperbolehkan di kartu kredit.

”Itu pun tidak ada dananya,” kata Ilham. ”Bukan tidak cukup lagi, tapi tidak ada dananya sama sekali,” tambahnya.

Sudah setahun saya tidak bertemu Ilham Bintang. Terakhir bertemu dengannya saat menghadiri pembukaan bisnis anaknya yang ketiga.

Ilham Bintang (berdiri berkumis) saat acara bisnis anak ketiganya tahun lalu.
Ilham punya empat anak. Salah satunya menjadi dokter kandungan (obgyn) yang beristri dokter juga. Sang anak kini punya klinik di beberapa lokasi utama di Jakarta.

  • Bagikan