Kasus Pilkades Balielo Bermasalah, Polisi Segera Gelar Perkara

0 Komentar

Puluhan masyarakat Balielo di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wajo pada akhir Desember lalu Para demonstran menuntut pelantikan Cakades terpilih tersebut ditunda. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Dugaan pelanggaran di Pilkades Balielo tahun 2019 di Kabupaten Wajo dalam penyelidikan Polres Wajo. Pekan depan dijadwalkan gelar perkara.

Sebelumnya, Kades terpilih Desa Balielo Kecamatan Bola, Nur Asia, dilaporkan oleh salah seorang warga, Sabir. Pemilik suara terbanyak 642 suara, diduga menyalahi aturan pada Pilkades digelar awal Desember.

“Suket ijazah SD-nya diduga palsu. Ini yang dinilai menyalahi Perda Wajo No.2 tahun 2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, Masa Jabatan, dan Pemberhentian Kades,” tutur Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Bagas S Aji, Rabu, 19 Februari 2020.

Dia menambahkan, sudah melakukan penyelidikan dan sidik pada kasus Pilkades itu. Bahkan telah mencari informasi dan data, hingga disalah satu kabupaten di Provinsi Riau pada akhir Januari lalu.

“Kami juga sudah mengambil berkas dan keterangan pihak terkait di sana. Kita masih melengkapi lindiknya, Minggu depan segera gelar perkara kalau sudah lengkap,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, pelapor, Sabir mengaku, mempertanyakan perkembangan kasus pelanggaran pada Pilkades itu. Ia berharap proses hukum tersebut tetap berlanjut.

“Kemarin bilang sisa menunggu jadwal gelar perkara. Sampai ini belum ada penyampaian,” akui warga Balielo ini.

Dia pun berharap, aparat kepolisian segera merampungkan berkas penyelidikan. Agar dugaan pemalsuan dokumen berkas Nur Asia segera terungkap.

Sementara, Kades Balielo, Nur Asia, yang ingin di konfirmasi memilih tertutup. Istri dari Kades Lempong, Abdul Karim itu tidak ingin berkomentar. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...