Politikus Demokrat Ditanyai Keberadaan Buronan KPK

Politikus Partai Demokrat Yosef B Badeoda usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) 2011-2016 di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (18/2). Ia mengaku ditanyai seputar keberadaan tersangka sekaligus Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto yang hingga kini berstatus buron. Foto: Rizky Agustian

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Politikus Partai Demokrat Yosef B Badeoda. Yosef diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) 2011-2016.

Pemeriksaan terhadap Yosef dilakukan guna melengkapi berkas penyidikan tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Kepada awak media, Yosef enggan berkomentar lebih lanjut mengenai pemeriksaan yang telah dijalaninya. Ia hanya mengaku ditanya seputar keberadaan Hiendra Soenjoto yang hingga kini masih buron.

“Tidak, ditanya aja keberadaan dari Hiendra Soenjoto,” ujar Yosef di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (18/2).

Selain Hiendra, KPK juga menetapkan eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiono sebagai tersangka dalam perkara ini. Namun, hingga saat ini KPK belum berhasil meminta keterangan ketiga tersangka.

Para tersangka kerap mangkir dari panggilan penyidik. KPK diketahui telah lima kali memanggil mereka. Tiga panggilan guna diperiksa sebagai saksi, sementara dua lainnya sebagai tersangka.

Atas hal itu, KPK kemudian menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang mencantumkan ketiga nama tersangka. Lembaga antirasuah juga diketahui telah meminta bantuan Polri untuk melakukan pencarian dan penangkapan ketiganya.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyatakan, pemeriksaan terhadap Yosef dilakukan guna mendalami informasi terkait Hiendra Soenjoto yang hingga kini buron. Mengingat, Yosef yang juga berprofesi sebagai advokat merupakan kuasa hukum Hiendra.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...