Raup Keuntungan Puluhan Juta, Alsintan Kementan Jadi Lahan Bisnis di Wajo

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berpolemik di Kabupaten Wajo. Bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) diperjualbelikan, guna meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

Ketua Komisi I DPRD Wajo, Ambo Mappasessu, membeberkan, hal itu diketahuinya setelah mendengarkan curhatan dari salah satu anggota kelompok tani (gapoktan) di Desa Lowa Kecamatan Tanasitolo, Haris.

“Alsintan combine harvester bantuan Kementan 2019. Waktu Haris urus bantuan itu, katanya dimintai uang Rp56.900.000 oleh Abd Asis,” tuturnya, Rabu, 19 Februari 2020.

Sementara, Haris mengaku, awalnya diminta uang sebesar Rp150 juta. Karena bantuan tersebut merupakan jatah untuk Jawa Barat.

“Tapi yang deal itu sekitar Rp56.900.000,” terang Ketua Kelompok Tani Semangat Baru Desa Lowa ini.

Dia merasa ditipu setelah mencari alsintan itu. Awalnya dipinjam petani lainnya, kemudian ditelusuri combine harvester diambil oleh Abd Asis.

Berdasarkan informasi dihimpun FAJAR.CO.ID, Abd Asis merupakan mantan Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Wajo dan beralamat di Lajokka Desa Mannagae, Tanasitolo.

Dikonfirmasi terpisah, Abd Asis menampik semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Dia bahkan mengancam bakal membawa permasalahan ini ke ranah hukum. “Yang benar itu semua adalah fitnah,” dalihnya.

Sayangnya, Asis sapaannya, enggan menegaskan kapan rencananya melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

“Makanya saya lihat dulu. Saya akan tuntut secara hukum,” sebutnya. (man)

Komentar

Loading...