Syahar atau SAR, Kado HUT Sidrap Ke-676

FOTO: ISTIMEWA

Mungkin tak banyak yang tahu, kalau episode hidup Syahar sesungguhnya berliku dan terjal. Karena tuntutan ekonomi keluarga, ia tunda kuliah dan pulang kampung jadi petani. Bahkan, ia mengais rezeki sebagai sopir angkot, kerap tidur di masjid sebagai remaja dan imam dari masjid ke masjid, serta penjual buku keliling sekolah.

“Bagi saya bangkrut sebagai pengusaha, jatuh bangun sebagai politisi itu biasa. Tapi, jangan putus asa, karena Allah SWT menjamin ada jalan lain yang terbaik untuk kita,” tegas anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan H.Ali Masse dan Hj.Arifah.

Kini, Syahar dikenal sebagai aktivis, pebisnis, dan politisi. Ia juga keras dalam berobsesi. Tak mudah bangun karir bisnis dan politik secara seimbang. “Butuh waktu puluhan tahun bangun reputasi. Tapi cukup lima menit jika ingin menghancurkannya,” ujar ayah empat anak dan suami Haslinda Hasan ini.

Kesabaran dan Rekonsiliasi

Saat ini Syahar boleh dibilang “the new rising star” politisi asal Sidrap pasca era Rusdi Masse,” ujar Mulawarwan, jurnalis senior yang juga putra daerah Sidrap. Sebab dari perjalanan dan kerja-kerjanya sebagai politisi muda, Syahar telah memberi inspirasi soal “kesabaran” dan “rekonsiliasi” yang mewarnai dunia politik kita dewasa ini. Karena itu tak salah kalau Surya Paloh memberi pujian padanya sebagai Sekretaris DPW NasDem terbaik di Indonesia.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...