Syahar atau SAR, Kado HUT Sidrap Ke-676

FOTO: ISTIMEWA

Misalnya, ketika dirinya di struktur organisasi kepengurusan DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan (Sulsel) didaulat sebagai Sekretaris Umum dan di parlemen dipercaya sebagai Ketua Fraksi. Bisa saja ketika itu dengan mudah ia “menggusur” posisi koleganya A.Rachmatika Dewi alias Cicu dari unsur Wakil Ketua DPRD Sulsel yang maju Pilwakot Makassar. “Berkat kesabaran toh posisi itu pun akhirnya digapai juga tanpa ada riak atau yang merasa tercederai,” kisah Syahar.

Begitu juga saat Pilkada Sidrap tahun 2008, Syahar mengakui “berlawanan” secara politik dengan Rusdi Masse (RMS) karena dia mendukung calon lainnya. “Saya mendukung Andi Walahuddin ketika itu,” tuturnya yang saat itu masih di PAN.

Itulah risiko pilihan. Dalam lima tahun pertama kepemimpinan RMS, Syahar pun telah bersiap menerima kenyataan tidak ada didalam sistem. Namun dugaannya meleset, sekitar tiga bulan setelah dilantik jadi Bupati Sidrap, RMS memanggil dirinya.

”Anda ini anak muda yang potensial, mari sama-sama bangun Sidrap dan lupakan persaingan masa lalu,” ajakan rekonsiliasi RMS ketika itu. Syahar terdiam sejenak seolah tak percaya.

“Disitu saya liat Pak Haji Rusdi punya kedewasaan dan jiwa besar. Sama sekali saya tidak melihat ada dendam politik,” kata Syahar. Saat perlahan dirinya mulai “move on” dan merajut kembali hubungan keduanya yang sebelumnya sempat “terkoyak”.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...