Honorer Beralih Status Magang, Nasib Gajinya Seperti Ini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tenaga honorer tak perlu khawatir meski statusnya berubah menjadi magang. Pemprov Sulsel menjamin tak ada pengurangan gaji.

Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Taufiq Akbar mengatakan, tak ada kebijakan perubahan gaji. Penghasilan yang diterima tenaga magang tetap sama seperti ketika masih berstatus honorer.

“Seperti yang diterima selama ini. Tidak perlu khawatir berlebihan bahwa gaji akan dikurangi,” ujarnya kepada FAJAR, Rabu, 19 Februari.

Namun, Taufiq mengingatkan, penggajian nanti disesuaikan kemampuan anggaran setiap organisasi perangkat daerah atau OPD. Gaji kemungkinan masih belum seragam. Selama ini ada yang digaji Rp2,4 juta, Rp2,6 juta, dan ada juga sudah sesuai upah minimum provinsi atau UMP.

“Honorer yang dapat SK magang tentu yang sudah direkomendasikan OPD tempatnya selama ini mengabdi. Jadi ada yang dievaluasi sesuai hasil kinerja 2019 lalu,” tukasnya.

Salah seorang tenaga honorer pemprov, Arya, mengaku bingung dengan kebijakan baru pemprov. Istilah magang hanya digunakan di perusahaan untuk yang melakukan praktik kerja. “Tak ada kewajiban digaji. Ini yang meresahkan,” bebernya.

Honorer lain, Budi menuturkan, dengan perubahan status ini, menunjukkan masa depan honorer makin tak jelas. Padahal, pekerjaan mereka cukup berat. Kata Budi, beban kerjanya setara eselon IV.

“Makanya kita bingung lagi ini istilah magang. Padahal kita sudah bertahun-tahun bekerja. Kami berharap gaji nanti bisa seragam UMP. Di atas Rp3 jutaan,” tukasnya. (fik/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...