Honorer Tanpa Kepastian, Takwa Muchtar: Segi Usia Sudah Tak Banyak Bisa Kita Harap

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Nasib tenaga kontrak atau honorer kian tak jelas. Tak ada kepastian masa depan. Honorer yang akan memasuki usia pensiun pun tanpa kepastian uang jasa.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengakui sampai saat ini tidak bisa memastikan masa depan para honorer. Termasuk yang di ambang usia senja. “Kita cuma harap gaji honorer bisa dinaikkan terus,” katanya.

Iqbal pun belum memiliki rencana untuk masa depan honorer. Juga tak ada rencana Pemkot Makassar memberikan penghargaan kepada honorer yang akan pensiun.

Pejabat Pemprov Sulsel itu juga mengakui ada ketidakadilan dari penerapan tenaga honorer. “Mereka yang sudah lama mengabdi maupun yang baru masuk, gajinya sama. “Tidak ada juga jenjang karier,” ucapnya.

Kata Iqbal, opsi terbaik adalah menjadikannya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Karena itu dijamin undang-undang,” pungkasnya.

Plt Kepala BKPSDM Kota Makassar, Basri Rakhman mengatakan, Pemkot Makassar masih bergantung pada Pemerintah Pusat. PPPK saat ini masih dinilai jadi opsi terbaik. Sebab, membuka jalan bagi para honorer mendapatkan tunjangan hari tua.

“Tetapi, SK honorer yang lulus PPPK tahun lalu saja belum ada. Ini masih kita tunggu,” kata Basri.

Jumlah tenaga honorer di pemkot yang saat ini berusia di atas 50 tahun sekitar 100 orang. Mereka tersebar dari berbagai instansi. “Untuk pegawai kontrak, selama ini perlakuan kita sama semua,” katanya.

Untuk tenaga kontrak di atas 50 tahun, Pemkot Makassar belum memiliki kebijakan khusus. Tidak ada kepastian jika suatu saat para honorer tua diminta untuk pensiun.

Honorer Pasrah

Salah seorang pegawai honorer, Takwa Muchtar mengaku hanya bisa pasrah. Di usianya yang menginjak 53 tahun, tak banyak lagi yang bisa diharapkan dari profesinya sebagai tenaga honorer.

“Kalau jadi PNS sudah tertutup. Sudah lewat umur. Kita berharap saja, ada perhatian dari pemerintah. Terutama dari pemerintah daerah,” ujarnya kepada FAJAR, Rabu, 19 Februari.

Takwa sempat menggantungkan harapan bisa lolos menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, keinginan itu belum sepenuhnya terwujud.

“Kita kalau dari segi usia sudah tidak banyak lagi yang bisa kita harap. Satu-satunya nanti mungkin ada tanggungan masa tua untuk yang sudah lama mengabdi,” terangnya.

Takwa merupakan satu di antara tenaga honorer yang kini di ambang masa pensiun. Nasib tenaga kontrak memang masih menimbulkan banyak persoalan.

Tidak adanya regulasi kuat yang bisa menopang kesejahteraannya menjadi salah satu masalahnya. Hal ini pun menimbulkan keresahan di kalangan tenaga kontrak yang sudah mengabdi puluhan tahun. (rdi/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...