Kemenangan Kolom Kosong Jadi Pembelajaran, Ini Pandangan Partai Soal Pilwalkot Makassar

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati soekarnoputri didampingi Ketua DPR, Puan maharani, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PDIP, Prananda prabowo dan Sekjen PDIP, Hasto kristianto hadir saat pengumuman 50 pasangan bakal calon Pilkada Serentak 2020 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dinamika di Pilwalkot Makassar sangat tinggi. Kemenangan kolom kosong pada 2018 lalu, menjadi pembelajaran penting PDIP untuk menentukan usungan.

Kemarin, untuk Sulsel, PDIP sejauh baru mengumumkan dua rekomendasi, yakni Bulukumba dan Selayar. Sementara Makassar, belum disampaikan. Alasannya, politik Makassar sangat dinamis.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto mengatakan, ada 48 kabupaten/kota dan satu provinsi yang diserahkan rekomendasi. Tahap II rencananya akan diumumkan pada 3 Maret. Makassar masuk dalam tahap II ini.

Sebetulnya, usungan calon di Makassar sudah mengerucut, hanya saja ada sedikit konflik lantaran pihaknya tak bisa mengusung kader sendiri lantaran kursi yang tak mencukupi.

“Makassar, Solo, dan yang lain sebetulnya sudah siap. Tetapi, di Makassar ini kan, kami masih mendiskusikan karena PDIP harus berkoalisi dengan partai lain untuk maju. Makanya ini tensi (dinamikanya) tinggi,” jelasnya kepada FAJAR.

Hasil evaluasi mereka, ada beberapa syarat adminsitratif yang nantinya menjadi pertimbangan partai untuk menentukan calon di Makassar. Targetnya, PDIP menang. Hanya saja, posisi kursi yang terbatas membuat mereka masih menggodok usungan di ibu kota Sulsel tersebut.

“Jangan sampai kita mengusung calon, tetapi syarat administrasinya tidak terpenuhi, itu kan ngeyel. Urusan koalisi ini kan agak susah juga, ini yang masih didiskusikan,” jelasnya.

Dia menjelaskan pengumuman dukungan pasangan calon akan dilakukan dalam empat tahap. Setelah 3 Maret, tahap III akan diumumkan pada 23 Maret. Kemudian tahap IV akan diumumkan pada akhir Maret.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, yang diumumkan hari ini dominan merupakan kader. Selain itu, pihaknya tetap membuka koalisi dengan partai lain, khususnya untuk pendukung Presiden RI Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Khusus untuk Makassar, kata dia, akan diumumkan bersamaan dengan calon lain seperti Solo, Bali dan beberapa daerah yang telah siap. “Kongres sudah memutuskan, agar target kemenangan mencapai 60 persen. Termasuk daerah yang diumumkan ini.” tambahnya.

Di Selayar, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mengusung bupati petahana Basli Ali yang berpasangan dengan Saiful Arif. Sementara di Bulukumba, PDIP mengusung Tomy dan A Makkasau.

Rekomendasi Nasdem

Ketua DPP Partai Nasdem Charles Meikyansah mengatakan, rekomendasi paling banyak yang turun ada di Sulsel. Hampir semua daerah sudah rampung. Hanya saja, untuk Makassar belum tuntas lantaran masih mempertimbangkan sejumlah calon.

“Kita lagi melihat-melihat. Mantan wali kota (Danny Pomanto, red) kuat. Adik SYL (Irman Yasin Limpo, red) juga kuat,” bebernya, Selasa lalu.

Pilwalkot Makassar memang awalnya diramaikan oleh puluhan figur. Belakangan, makin mengerucut untuk kandidat wali kota. Mereka rata-rata wajah lama yang sebelumnya sudah pernah bertarung.

Ada nama Moh Ramdhan Pomanto alias Danny (DP) yang juga Wali Kota Makassar periode 2014-2019. Lalu Syamsu Rizal alias Deng Ical, Wakil Wali Kota Makassar yang mendampingi Danny (2014-2019). Selanjutnya Irman Yasin Limpo yang menjadi cawalkot pada 2013, salah satu penantang Danny-Ical. Terakhir, Munafri Arifuddin (Appi), cawalkot 2018 yang kalah oleh kolom kosong. (ful/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...