Kemenangan Kolom Kosong Jadi Pembelajaran, Ini Pandangan Partai Soal Pilwalkot Makassar

Kamis, 20 Februari 2020 14:28

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati soekarnoputri didampingi Ketua DPR, Puan maharani, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PDIP, Prananda prabowo dan Sekjen PDIP, Hasto kristianto hadir saat pengumuman 50 pasangan bakal calon Pilkada Serentak 2020 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dinamika di Pilwalkot Makassar sangat tinggi. Kemenangan kolom kosong pada 2018 lalu, menjadi pembelajaran penting PDIP untuk menentukan usungan.

Kemarin, untuk Sulsel, PDIP sejauh baru mengumumkan dua rekomendasi, yakni Bulukumba dan Selayar. Sementara Makassar, belum disampaikan. Alasannya, politik Makassar sangat dinamis.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto mengatakan, ada 48 kabupaten/kota dan satu provinsi yang diserahkan rekomendasi. Tahap II rencananya akan diumumkan pada 3 Maret. Makassar masuk dalam tahap II ini.

Sebetulnya, usungan calon di Makassar sudah mengerucut, hanya saja ada sedikit konflik lantaran pihaknya tak bisa mengusung kader sendiri lantaran kursi yang tak mencukupi.

“Makassar, Solo, dan yang lain sebetulnya sudah siap. Tetapi, di Makassar ini kan, kami masih mendiskusikan karena PDIP harus berkoalisi dengan partai lain untuk maju. Makanya ini tensi (dinamikanya) tinggi,” jelasnya kepada FAJAR.

Hasil evaluasi mereka, ada beberapa syarat adminsitratif yang nantinya menjadi pertimbangan partai untuk menentukan calon di Makassar. Targetnya, PDIP menang. Hanya saja, posisi kursi yang terbatas membuat mereka masih menggodok usungan di ibu kota Sulsel tersebut.

“Jangan sampai kita mengusung calon, tetapi syarat administrasinya tidak terpenuhi, itu kan ngeyel. Urusan koalisi ini kan agak susah juga, ini yang masih didiskusikan,” jelasnya.

Komentar


VIDEO TERKINI