Pasangan Usia Muda Paling Banyak Pilih Jadi Janda dan Duda

0 Komentar

ilustrasi-- radar surabaya

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengadilan Agama Makassar mencatat angka perceraian pada 2019 lalu sebanyak 3.543 perkara. Jika dirata-ratakan, per bulan mencapai 230 kasus.

Sedang untuk 2020, selama Januari, kasus perceraian meningkat sekitar 25 persen atau sekitar 250 kasus per bulan. Angka ini naik sekitar 20 kasus dari tahun lalu.

Kepala Humas Pengadilan Agama Makassar, Syaifuddin mengatakan, kasus perceraian ini mayoritas dilakukan kalangan usia muda. Pengaruh usia yang membuat mereka dengan mudah mengambil keputusan bercerai.

Selain itu, penyebab perceraian dominan soal ekonomi yang menyebabkan kedua belah pihak cekcok hingga lanjut kepada kekerasan dalam rumah tangga atau KdRT.

“Rata-rata yang dapat kekerasan rumah tangga adalah perempuan. Usia pemohon dari 20 hingga berkisar 30-an,” ungkapnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kota Makassar, Tenri A Palallo menegaskan, setiap orang yang melakukan KdRT akan diberi sanksi pidana dan denda.

Kata Tenri, kekerasan fisik dengan ganjaran pidana paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp15 juta. Kemudian, kekerasan fisik menyebabkan sakit atau luka berat, dipidana 10 tahun dan denda 30 juta.

Kekerasan psikis oleh suami terhadap istri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit, halangan untuk menjalankan pekerjaan, mata pencarian hingga kegiatan sehari-hari, akan didenda 4 bulan kurungan atau denda sebanyak Rp3 juta. (wis/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...