Pembobol Negara Rp35 Triliun Disinyalir Sembunyi di Singapura

Kamis, 20 Februari 2020 08:34

Mantan ajudan Presiden Joko Widodo ini menyatakan Polri juga telah menghubungi pemerintah Singapura. Namun, otoritas Singapura tidak bisa membantu mencari seorang tersangka yang statusnya hukumnya belum inkrah alias berkekuatan hukum tetap. “Upaya menghubungi pihak Singapura sudah kami lakukan. Tetapi di sana dijawab bahwa terkait dengan menghadirkan seseorang dalam status tersangka itu sulit. Mereka bisa membantu apabila status tersangka HW sudah inkrah,” paparnya.

Herman mempertanyakan keseriusan Polri menangkap Honggo. “Jawaban Kabareskrim secara formal yes. Namun yang membuat Komisi III DPR penasaran adalah Honggo Wendratno ini menghilang. Kemudian didorong sidang in absentia. Apakah sebegitu sulit menemukan tersangka ini. Siapa yang dulu memberikan kebijakan kepada Honggo pergi ke Singapura. Padahal dia sudah pernah ditangkap,” tuturnya.

Dia mencurigai ada pihak lain yang terkait dalam kasus tersebut. Sebab, perkara TPPI ini sangat besar. Tetapi ada dugaan sengaha didiamkan sekian tahun. “Artinya orang ini sekarang sudah menjadi permanen residen di Singapura. Terkait status tersebut, ini yang perlu polisi dalami kembali,” bebernya.

Komisi III, lanjutnya, akan menggelar RDP lanjutan terkait kasus TPPI ini. Selain Kabareskrim Polri, DPR juga akan memanggil Jampidsus Kejaksaan Agung. Namun waktunya belum diputuskan. “Kami beri kesempatan Jampidsus dan Kabareskrim mengumpulkan bahan yang lebih akurat. Sehingga rapat gabungan nanti berlangsung komperehensif,” terangnya.

Komentar


VIDEO TERKINI