Pemilu Tak Mengubah Apa-apa, Seperti Ini Temuan KPU

Komisior KPU, Endang Sari (baju merah) dalam acara Bijak Bermedsos di Pilwalkot Makassar di redaksi Harian FAJAR, Kamis, 20 Februari. (Muhclis Abduh/FAJAR)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR—Rendahnya partisipasi pemilih di Makassar menjadi atensi KPU.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari menjelaskan angka partisipasi pemilih di Pilwalkot Makassar 2018 lalu hanya di angka 58 persen, atau hanya setengah dari DPT yang memanfaatkan hak politiknya.

Berdasarkan fakta tersebut, lanjut Endang, KPU kemudian menelusuri dan memetakan karakteristik wilayah pemilih yang rendah untuk tingkat partisipasi.

“Ternyata penyumbang rendahnya tingkat partisipasi di terdapat kampus di wilayah tersebut. Contohnya di Tamalanrea itu ada kampus Unhas yang notabene banyak mahasiswa,” jelas dalam acara Bijak Bermedsos di Pilwalkot Makassar di redaksi FAJAR, Kamis, 20 Februari.

Setelah masuk dan berdiskusi dalam kampus, Endang menyatakan mendapatkan alasan mengapa pemilih khususnya mahasiswa tidak menggunakan hak politik mereka.

“Banyak yang menjelaskan alasan tidak memilih karena merasa pemilu tidak penting, pemilu tidak mengubah apa-apa. Ini menjadi tantangan besar untuk literasi politik kita ke depannya,” jelasnya. (abd/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...