Refleksi Hari Jadi Ke-60, Menuju Kabupaten Barru Lebih Baik

0 Komentar

Gubernur & Menpan RB. (FOTO: ISTIMEWA)

FAJAR.CO.ID, BARRU – Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, menghadiri hari jadi Kabupaten Barru ke-60, di alun-alun Colliq Pujie, Kota Barru, Kabupaten Barru, Kamis, 20 Februari 2020.

Tema yang diangkat tahun ini “Harmoni dalam Karya Menuju Barru yang Lebih Baik” juga dihadiri langsung oleh MenPAN-RB, Tjahjo Kumolo, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel dan Ketua DPRD Sulsel.

“Hari ini bersejarah bagi Barru di tengah kesibukan Pak MenPAN-RB dan beliau pernah menjadi Menteri Dalam Negeri. Di tengah kesibukan mengurusi Indonesia bisa hadir di tengah kita, patut kita berterima kasih,” kata Nurdin Abdullah membuka sambutan.

Setelah upacara HUT ini dilaksanakan, peresmian launching Mal Pelayanan Publik Masiga dan peletakan batu pertama atau pemancangan awal pembangunan galangan kapal di Awarange.

Nurdin Abdullah menilai, sebelum hadirnya Mal Pelayanan Publik (MPP), Bupati Barru telah memberikan pelayanan yang pada prinsipnya sama memberikan kemudahan pelayanan dan kepastian berusaha.

“Beliau sudah mengaplikasikan sebelum hadirnya mal pelayanan publik. Kita bisa rasakan juga bagaimana investasi masuk karena ada kepastian dan kemudahan berusaha,” ungkapnya.

Nurdin Abdullah juga menyebutkan pertumbuhan ekonomi Barru memberikan kontribusi yang besar untuk Sulsel. Ekonomi Barru tumbuh melesat pada tahun 2018 mencapai 7,08 persen, dimana periode sebelumnya 6,48 persen.

Barru ke depan memiliki nilai strategis. Sebab ibu kota baru yang rencananya akan pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur, maka salah satu pintunya adalah Kabupaten Barru sebagai daerah terdekat.

“Rongkong (pelabuhan) menjadi pintu gerbang komoditas kita dari Sulsel,” ujarnya.

Selain itu, Ia menekankan imbauan agar tercipta suasana kondusif terutama dalam Pilkada yang juga akan berlangsung di Barru.

Pada kesempatan ini, Bantuan Keuangan Daerah Pemprov ke Barru sebesar Rp 61,7 miliar diserahkan gubernur. Serta bantuan lainnya.

Sementara itu, Tjahjo Kumolo menyampaikan rasa optimistisnnya bahwa Barru akan menjadi daerah yang lebih baik ke depan, membawa masyarakatnya lebih sejahtera. Pemerintah daerah juga mampu mengordinisir masyarakatnya lebih baik dan bertindak adil.

Ia menyampaikan, bahwa Presiden Bung Karno mengatakan, hanya ada satu negeri tercinta yakni Indonesia, negeri yang tumbuh karena perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatan bangsa Indonesia.

“Ini juga sama. Hanya ada satu Kabupaten Barru, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari NKRI, ini akan bisa maju dan bergerak menuju kesejahteraan, berkeadilan dan perbaikan di semua pihak. Jika itu bisa dikerjakan oleh masyarakat Barru,” ucapnya.

Pelayanan mal publik di Sulsel yang ada di Barru dan Makassar, memberikan angin segar dari sebutan gubernur untuk daerah daerah lain. Dari 512 kabupaten/kota, tetapi yang punya punya mal pelyanan publik baru 24.

“Ini menjadi solusi terhadap anggapan bahwa pelayanan pemerintah itu lama berbelit-belit tidak transparan ada pungli,” imbuhnya.

Sementara itu, Suardi Saleh menjelaskan, kemajuan yang diraih Barru saat ini tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan daerah, khususnya pemerintah provinsi.

Selama kepemimpinan Nurdin Abdullah dan wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman, perhatian ke kabupaten kota besar. Ditandai dengan alokasi program daerah yang besar.

“Yang paling dirasakan adalah alokasi bantuan keuangan ke kabupaten di Sulsel,” jelasnya.

Untuk pelayanan mal publik saat ini terdapat 22 instansi. Jumlah layanan 114 jenis. Sebelumnya perizinan juga dipermudah dari 129 menjadi 39 layanan perizinan. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...