Gempa 4,9 SR yang Guncang Tasikmalaya Picu Longsor

0 Komentar

ILUSTRASI: Warga, relawan, dan petugas membersihkan material longsor (Khudori Aliandu/Jawa Pos Radar Mojokerto)

FAJAR.CO.ID, TASIKMALAYA– Gempa bumi dengan magnitude 4,9 skala richter (SR) yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (21/2) pagi dirasakan hingga ke wilyah Garut. Gempa itu memicu terjadinya tebing longsor di wilayah Palasari Cijolang, Limbangan, Garut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo menyampaikan, material longsor berjatuhan hingga di sekitar jalan raya Limbangan-Nagreg.

“Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam berkendara saat melintasi titik terjadinya longsoran,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/2).

Agus menjelaskan, BMKG menyebut masyarakat Garut dan sekitarnya merasakan guncangan gempa. Mereka yang berada di Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran merasakan gempa dengan intensitas II – III MMI (Modified Mercalli Intensity) dan masyarakat di Sukabumi III MMI.

“Skala pada II MMI menjelaskan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, sedangkan III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” ucap Agus.

Agus menuturkan, gempa tektonik ini memiliki episenter terletak pada 112 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya dan berkedalaman 11 km. Dipastikan, gempa tersebut juga tidak memicu terjadinya tsunami.

Berdasarkan jenis dan mekanisme kejadian dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas zona subduksi Lempeng Indo-Australia. Aktivitas lempeng tersebut menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

“Hingga pukul 08.21 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” ucap Agus.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, lanjut Agus, masyarakat diimbau untuk tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu hoaks.

“Masyarakat dapat mengakses informasi kegempaan dari institusi resmi BMKG maupun informasi kesiapsiagaan dari BNPB dan BPBD,” pungkasnya. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...