Gerogoti APBD, Pejabat Bersaudara Saling Susul Masuk Penjara

Jumat, 21 Februari 2020 10:30

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Camat Rappocini, Hamri Haiya, menyusul kakaknya, Erwin Syafruddin Haija ke balik jeruji besi. Keduanya terlibat kasus fee 30 persen dana sosialisasi kecamatan.

Hamri telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia langsung ditahan di Lapas Makassar, Rabu malam, 19 Februari. JPU Kejati Sulsel yang menggelandangnya ke penjara.

“Malam hari (setelah Magrib) dibawa. Statusnya, tahanan,” kata Kalapas Makassar, Robianto, kepada FAJAR, Kamis, 20 Februari.

Tipikor Bareskrim Mabes Polri menangkap Hamri Haija setelah gelar perkara dilakukan, Selasa, 18 Februari. “Kami hanya disampaikan saja saat itu kalau sudah akan dilakukan tahap dua. Selebihnya kami tidak tahu apa-apa, karena yang tangani Bareskrim Polri,” kata Kasubdit III Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto, kemarin.

Dugaan korupsi fee 30 persen dana sosialisasi/penyuluhan kecamatan se-Kota Makassar awalnya menetapkan mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Erwin Syafruddin Haija, sebagai tersangka oleh Polda Sulsel, Januari 2018.

Erwin disebut memerintahkan Kabid Anggaran BPKAD melakukan pemotongan anggaran sebesar 30 persen dari pagu anggaran kegiatan sosialisasi/penyuluhan kepada kecamatan se Kota Makassar. Nilainya sebesar Rp70,04 miliar pada tahun 2017.

Kasubag Rencana Keuangan BPKAD, mengikuti perintah Erwin Haija untuk mengurangi jumlah peserta sosialisasi penyuluhan, belanja ATK, serta makan minum peserta. Laporan Pertanggungjawaban (LPj) tidak sesuai dengan Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) yang ada.

Komentar


VIDEO TERKINI