Keyakinan Danny Pomanto Sebelum Pendaftaran Jalur Perseorangan Ditutup

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Danny Pomanto sempat dihadapkan pada dilema memilih dua opsi maju: via parpol atau jalur perseorangan. Namun, rekomendasi Nasdem membulatkan niatnya maju via parpol.

Konsekuensinya, Danny harus mencari kursi tambahan. Dengan modal enam kursi Nasdem di DPRD Makassar, Danny harus mendapatkan minimal empat kursi tambahan. Jika PDIP juga mengusungnya, maka Danny mengumpulkan total 12 kursi alias “surplus” dua kursi.

“Alhamdulillah, sisa penyerahan resminya nanti, pada Sabtu, 22 Februari,” ujar Wali Kota Makassar periode 2014-2019 itu kepada FAJAR, malam tadi.

Kepastian merapatnya Nasdem, membuat Danny makin percaya diri untuk tak lagi maju via jalur independen. Akan tetapi, dia tetap meminta tim yang telah berinisiatif mendaftarkannya lewat jalur perseorangan untuk tetap fokus.

“Jadi saat penyerahan usungan dari Nasdem kita tentu libatkan tim yang sudah bekerja keras. Terutama yang telah membantu dalam memperjuangkan saya di jalur independen,” katanya.

Masuknya Nasdem, kata Danny, makin melapangkan jalannya untuk mendapat usungan dari partai lain. PDIP digadang bakal melengkapi usungannya kelak. “Insyaallah secepatnya (PDIP), kita juga akan terima,” jelas Danny.

Danny optimis, sebelum pendaftaran jalur perseorangan ditutup pada 23 Februari, syarat minimal 10 kursi untuk bisa maju sudah bisa dikunci. Yang menjadi kendala, dia harus melakukan lobi, sebab partai mengajukan beberapa persyaratan.

“Insyaallah doakan. Ini kita terus intens komunikasi. Terutama PDI Perjuangan,” pungkasnya.

Ia pun mengaku konsep yang dipersiapkan melalui jalur independen bersama pasangannya Maqbul Halim terpaksa diubah. “Konsep kita ubah. Jadi poinnya adalah, rakyat bersama partai bersatu untuk masa depan Kota Makassar,” jelasnya.

Syarat DPP

Wakil Ketua DPP Nasdem, Ahmad HM Ali mengatakan dukungan kepada Danny sudah menjadi keputusan partai dan ketua umum. Hanya saja, Danny harus mencari koalisi dan pasangan, untuk bisa maju sebagai calon pada Pilwalkot Makassar.

Dukungan tersebut sudah melalui proses pembahasan internal dengan partai. Bahkan dia mengklaim dukungannya sudah final. Kecuali jika Danny tak bisa memenuhi syarat mencari koalisi, untuk bisa mencukupkan kebutuhan kursi minimal.

“Tapi rasa-rasanya mustahil (jika tak dapat partai). Kalau wakil kan ada beberapa figur seperti Cicu, Thita, Fatmawati Rusdi, dan Pak Onasis. Dukungan hanya bisa berubah kalau Danny tidak dapat parpol,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan dukungannya kepada Danny lantaran dia merupakan kader Nasdem. Selain itu pihaknya menilai jika Danny bisa melakukan hal baik di Kota Makassar saat menjabat sebagai wali kota, sehingga dirasa perlu untuk dilanjutkan.

Karier Irman

Bagaimana dengan Irman Yasin Limpo? Ahmad menjelaskan bahwa adik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tersebut merupakan seorang ASN. Jika Nasdem memberi dukungan politik, sama saja dengan mencelakakannya lantaran status kepegawaiannya saat ini.

“Jika (Irman) sudah menyatakan pengunduran diri mungkin dipertimbangkan oleh partai. Sementara ASN kan terikat aturan dan undang-undang ASN. Sama saja kalau Nasdem mencelakakan dia (Irman),” jelasnya.

Kalkulasi Kursi

Khusus None, lima kursi tambahan mesti dicarinya usai mendapatkan rekomendasi PAN. Salah satu partai yang berpeluang diambilnya adalah PPP. Kedekatan Ketua DPP PPP Amir Uskara dengan keluarga Limpo, bisa jadi konsiderasi.

Dengan demikian, jika None berhasil “mengawinkan” PAN dan PPP, maka kandidat lain harus berjuang mendapatkan kursi selain dari PAN-PPP dan Nasdem-PDIP. Dua kandidat yang sedang ikut berburu rekomendasi adalah Syamsu Rizal alias Deng Ical dan Munafri Arifuddin alias Appi.

Sejauh ini, masih ada Demokrat dengan enam kursi yang belum tegas menentukan kandidat. Juga Golkar dengan lima kursi. Demkian halnya Gerindra dan PKS yang masing-masing menguasai lima kursi.
Sisanya, Hanura tiga kursi, Perindo dua kursi, serta PKB dan Berkarya masing-masing satu kursi. (rdi-ful/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...