Tekanan Ban Mobil Kurang atau Lebih, Ini Risikonya

FAJAR.CO.ID -- Tekanan angin pada ban mobil merupakan salah satu kunci utama keselamatan berkendara, sekaligus menjaga kualitas pengendalian mobil.

Namun, sebagian orang mungkin masih banyak yang mengabaikan tekanan angin pada ban mobil, sehingga kendaraan yang digunakan tidak nyaman.

Perlu diketahui, ketika tekanan angin kurang berpotensi mengakibatkan mobil limbung saat berkecepatan tinggi, begitupun ketika tekanan angin berlebihan maka akan mudah pecah ketika menghantam benda tajam.

Lantas bagaimana pemilihan tekanan angin pada mobil yang tepat?

Menurut Manager Training PT Sumi Rubber Indonesia (Dunlop), Bambang Hermanuhadi, pihaknya menyarankan agar pemilik mobil melakukan pengisian ban mobil sesuai dengan ketentuan yang ada pada mobil tersebut.

"Kalau bisa mengisi ban angin dengan ketentuan pada mobil tersebut. Biasanya angka psi ada di samping pintu depan pengemudi," ungkap Bambang di sela acara peluncuran Dunlop Sport SP LM570, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/2).

Namun, kalau pemilik mobil tidak mengetahui tekanan angin pada mobilnya, Bambang menyarankan agar mengisi tekanan angin lebih dibanding kurang. Kenapa? Bambang menjelaskan, tekanan angin berlebihan lebih aman dari pada kurang.

"Jadi begini ketika ban dengan tekanan rendah dan kena lobang sekali maka defleksinya akan goyang terus karena dia empuk. Contohnya, ban itu dikelilingi oleh kawat, kalau kawat kita tekuk-tekuk kelamaan pasti akan putus. Pas putus di satu titik, maka kawat yang lain akan ikut," kata Bambang.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...