Ternak Sapi Tak Bertuan Berkeliaran Resahkan Warga

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SELAYAR– Penerapan kebijakan Peraturan Daerah (Perda) No. 20 Tahun 2009 kembali disorot warga, menyusul asih banyaknya hewan dan ternak liar tak bertuan yang kerap dijumpai berkeliaran di jalan raya.

Sorotan kembali dilontarkan warga masyarakat, setelah pada beberapa hari lalu, ternak kerbau liar tak bertuan menjadi penyebab ringseknya ambulans milik Puskesmas Buki. Ambulans itu menabrak kerbau di jembatan Tulang, Desa Barugaia, Kecamatan Bontomanai, Selayar.

Hanya berselang beberapa hari pasca kejadian naas itu, sekawanan sapi tak bertuan yang acap kali berkeliaran di jalan poros rumah sakit umum daerah KH Haiyung, Benteng, kembali terekam dan menjadi sorotan masyarakat di akun media sosial facebook.

Salah seorang warga, Mey Erwan menyataksn, foto sapi liar tak bertuan yang dipostingnya adalah kawanan sapi yang kerap menjadi penebar ranjau darat dan tidak jarang menjadi jebakan buat warga.

Ranjau darat, berupa kotoran sapi berbau menyengat acapkali menjadi jebakan, terutama bagi warga yang melintas di jalur dua, jalan Jend Achmad Yani bagian selatan yang mengarah ke RSUD KH. Haiyung, Benteng.

Kawanan sapi liar tak bertuan juga ikut terekam camera dan kerap dijumpai di jalan poros Desa Parak, Kecamatan Bontomanai yang terkadang menyeberang secara tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Terkait akan hal tersebut, Mey Erwan meminta agar pemerintah kabupaten dapat bersikap tegas dalam menegakkan ketentuan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2009 Tentang : Pemeliharaan hewan/ternak.

Selain dinilai dapat berpotensi menganggu kelancaran arus lalu lintas, kawanan sapi liar tak bertuan ini juga sangat menganggu kepentingan umum bahkan tak jarang menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. (*/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...