Pj Wali Kota Tak Mampu Redam Konflik

PJ Walikota Makassar Iqbal Suhaeb

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Organisasi perangkat daerah (OPD) tak padu. Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb tak mampu meredam konflik internal.

Di Makassar, manajemen pemerintahan dan konflik politik sangat sulit terhindarkan dalam birokrasi. Olehnya itu dibutuhkan leadership yang kuat dan berkarakter dari seorang pemimpin.

"Untuk sekelas Makassar, pemimpin itu tak boleh lemah. Harus tegas sehingga semua riak-riak di internal pemerintahan itu bisa dikendalikan," urai pengamat pemerintahan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Deddy Tikson, Kamis, 20 Januari.

Peran pemimpin sangat menentukan karena kepentingan politik juga turut dalam menjalankan roda pemerintahan. Di tangan Iqbal Suhaeb, pemkot menghadapi sejumlah masalah. Dari persoalan mutasi yang menghambat roda pemerintahan hingga masalah tunjangan kinerja pegawai yang tak kunjung cair.

Pengamat pemerintahan Unhas lainnya, Adnan Nasution mengungkapkan lemahnya kepemimpinan Iqbal ini lantaran posisinya sebagai penjabat wali kota. "Jadi kekuatannya tidak sama dibanding dengan pemimpin definitif. Yakni melalui proses pemilu," terangnya.

Adnan juga menjelaskan Iqbal sebagai seorang birokrat tulen tanpa ada korelasi politik. Dia tidak punya nilai tawar dari para politikus. "Sehingga akhirnya OPD yang ada di bawahnya jadi agak sulit dikendalikan," katanya.

Di luar itu, kemampuan leadership Iqbal memang masih lemah. Adnan menilai Iqbal belum mampu menjabarkan visi-misinya sebagai bentuk aksi nyata. "Karena tidak fokus sehingga tidak ada perubahan yang nyata. Dan itu menjadi beban buat Iqbal," ucapnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...