Susur Sungai Sudah Tewaskan Delapan Pelajar, Dua Hilang

Sabtu, 22 Februari 2020 20:52

Petugas mencatat data korban. Ada 250 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, yang mengikuti kegiatan tersebut. (Elang Kharisma Dewangga/Jawa Pos Radar Jogja)

FAJAR.CO.ID — Sampai dengan pukul 19.05  WIB, delapan siswa berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian.

Para siswa SMPN 1 Turi, Sleman, itu meninggal dunia akibat terseret arus di Sungai Sempor saat sedang melakukan kegiatan susur sungai‎.

Menurut Bupati Sleman, Sri Purnomo, susur sungai itu adalah kecerobohan. Sebab, aktivitas tersebut dilakukan saat musim hujan.

Ditemui di lokasi kejadian kemarin (21/2), Sri Purnomo mengatakan akan menghentikan sementara kegiatan susur sungai yang dilakukan sekolah maupun instansi terkait. Dia juga meminta kegiatan pertambangan di aliran sungai dihentikan.

“Kami evaluasi secepatnya. Kami juga memperingatkan kepada semua sekolah di Sleman, jangan sampai mengadakan kegiatan seperti ini. Sangat ceroboh melakukan kegiatan di sungai pada musim hujan, jelas sangat berbahaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purnomo mengatakan, insiden itu benar-benar di luar prediksi. Dia menduga, siswa-siswi tersebut tidak mampu menyelamatkan diri karena dihantam arus yang deras. Dia juga masih mengonfirmasi pihak sekolah untuk mengetahui apakah semua siswa sudah pulang ke rumah masing-masing atau belum. “Tapi, untuk saat ini fokus kami ke pencarian korban dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Triani, tante salah seorang peserta susur sungai, juga menyayangkan kegiatan tersebut. Dia mengaku syok saat mendengar insiden tragis itu. Warga Kembangarum tersebut mengetahui kejadian itu dari grup PKK kampungnya. “Keponakan saya ikut kegiatan itu. Makanya, saya langsung ke sini,” ujar Triani saat ditemui di lokasi kejadian kemarin.

Komentar