Susur Sungai Sudah Tewaskan Delapan Pelajar, Dua Hilang

Sabtu, 22 Februari 2020 20:52

Petugas mencatat data korban. Ada 250 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, yang mengikuti kegiatan tersebut. (Elang Kharisma Dewan...

Dia mengungkapkan, seharusnya kegiatan seperti itu memperhatikan kondisi cuaca. “Seharusnya di-pending atau cari lokasi lain. Di sungai kecil kan bisa, apalagi cuacanya nggak baik seperti ini,” tuturnya.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menyatakan, insiden tersebut harus menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang. “Kegiatan penyusuran sungai harus dilakukan orang dewasa dan terlatih,” katanya.

Agus menegaskan, anak-anak dan remaja dilarang melakukan penyusuran sungai. “Ketika dilakukan pada musim hujan, risikonya tinggi. Hujan di sekitar hulu sungai akan berdampak pada arus dan volume air hingga ke bagian hilir, jelas Agus.

Dalam beberapa hari terakhir, BMKG memang mengeluarkan warning bahwa wilayah Jawa masih terpapar hujan deras yang bisa disertai angin kencang. Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab menekankan perlunya memperhitungkan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di sekitar sungai. “Intinya, hujan di hulu perlu menjadi perhatian dalam kegiatan susur sungai,’’ katanya.

BMKG mencatat, hujan deras dan angin kencang masih terjadi setidaknya sampai 23 Februari 2020. Massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di Lampung, Bangka Belitung, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT; Kalimantan bagian barat, tengah, dan selatan; sebagian besar Sulawesi, Maluku, Papua Barat, serta Papua. (JPC)

Komentar


VIDEO TERKINI