Tersandung Cukupkan Kursi, Figur Kuat Bisa Terpental

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Pertarungan empat kandidat kuat bakal calon wali kota bisa tak terwujud di Pilwalkot Makassar 2020. Satu figur kuat sangat berpotensi terpental.

INDIKASI itu menguat jika Moh Ramdhan Pomanto (Danny), Syamsu Rizal (Deng Ical), Irman Yasin Limpo (None), dan Munafri Arifuddin (Appi) bersaing untuk memperebutkan rekomendasi partai.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, mengatakan drama atau babak baru Pilwalkot Makassar akan dimulai. Itu ditandai dengan ditutupnya pendaftaran via jalur perseorangan KPU Makassar, Minggu, 23 Februari, besok.

“Artinya cuma ada satu tumpuan para figur calon wali kota. Yakni berburu rekomendasi,” ujarnya kepada FAJAR malam tadi.

Yang menarik, Danny sudah mendapatkan usungan Nasdem dan None memastikan usungan PAN. Situasi akan memberi sebuah arena untuk para figur berjuang mati-matian dengan memaksimalkan segala daya dan upaya demi menggenapi syarat usungan.

“Terutama Appi dan Deng Ical. Itu juga berlaku bagi Danny dan None. Karena semuanya belum sepenuhnya aman,” katanya.

Konflik dan adu kepentingan jaringan hingga ke DPP akan mewarnai perjalanan para figur dalam berjuang meraih usungan. Situasi ini pun akan melahirkan sebuah potensi, bakal ada salah satu calon kuat yang terpental dari empat nama yang sudah diapungkan.

“Danny harus berhati-hati, karena Nasdem bisa saja beralih ke None atau ke kandidat lainnya. Ini jika dalam perjalanan tak ada titik terang partai lain yang mau memberi usungan,” ucap Andi Ali.

Diketahui ada empat partai penguasa di DPRD Makassar. Masing-masing Nasdem (6 kursi), Demokrat (6 kursi), PDIP (6 kursi), dan Golkar (5 kursi). Dari komposisi partai yang ada, sangat rentan salah satu figur calon wali kota bisa terpental.

“Memang ada beberapa partai lainnya yang punya kursi. 30 persen saja satu calon yang berhasil kunci kursi di DPRD kota, maka sudah bisa diprediksi hanya tiga calon yang bisa maju,” terang Andi Ali.

Nasdem Dinamis

Atas rekomendasi PAN, kini None juga gencar melakukan pendekatan kepada sejumlah partai lainnya. Dia harus mencari lima kursi untuk mencukupkan usungan.

“Kita tetap melakukan pendekatan kepada partai-partai yang sudah kita tempati mendaftar. Seperti Gerindra, PKS, Golkar, Nasdem, dan Demokrat,” tuturnya.

Meskipun Nasdem sudah mengusung Danny, None tetap melihat ada peluang. Alasannya, mungkin ada parameter lain. Namun, dia yakin rekomendasi masih sifatnya dinamis. “Kita lihat saja nanti bagaimana. Saya tidak tahu apa dukungan Nasdem masih bisa berubah, namun politik kan dinamis,” jelasnya.

Kata None, dukungan PAN ini membuat pihaknya segera berlari kencang. Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim. Strukturnya segera dibuat lebih inklusif.

“Selama ini memang kita belum gerak masif. Belum ada tim. Jadi fokusnya sekarang bentuk tim, lalu membuat posko. Tidak ada pakai istilah launching-launching,” tandasnya.

Usaha Appi

Sosk lainnya, Munafri Arifuddin alias Appi berharap PPP dan partai lainnya. Appi ikut mendaftar penjaringan PPP di Sekretarian DPW PPP Sulsel, Jalan Mongonsidi, Makassar, Jumat, 21 Februari.
“Saya sampaikan tahun lalu kita sama PPP. Semoga tahun ini bisa kembali diusung,” jelasnya.

Appi menambahkan, dengan adanya kepastian partai tentu untuk menentukan wakil bisa lebih cepat. Sehingga punya waktu untuk saling support, membangun kerja sama.
“Kriteria wakil tentu ada. Mampu memberikan efek elektoral yang sama dan punya rekam jejak yang baik. Itu yang kita harapkan,” tandasnya.

Menurut juru bicara Appi, Fadli Noor, PPP merupakan partai yang sangat ingin dikendarai Appi di Pilwalkot Makassar 2020. Alasannya, Appi memiliki kesamaan visi dan misi dengan partai berlambang Ka’bah tersebut.

Ical Berburu

Sementara Syamsu Rizal MI atau Deng Ical menyatakan dirinya tidak terlalu khawatir dengan adanya kandidat yang telah lebih dulu mendapatkan rekomendasi. Waktu masih cukup panjang. Semua kandidat pun masih harus membangun koalisi jika ingin memenuhi syarat dukungan.

Selaku kader Partai Golkar, ia optimis diusung. “Golkar adalah partai yang mau kader mereka sukses. Saya juga punya pengalaman di legislatif dan eksekutif. Saya cukup yakin mendapatkan rekomendasi,” bebernya.

Terkait partai bidikan, ia menyatakan membangun komunikasi dengan semua yang belum menentukan rekomendasi. Beberapa partai yang ia cukup yakin dapatkan, antara lain Partai Berkarya (1 kursi) dan PKB (1 kursi) dan PKS (5 kursi).

Jika Daeng Ical bisa mengantongi dukungan Golkar (5 kursi), maka untuk memenuhi syarat maju Pilwalkot Makassar yang harus 10 partai, maka ia sudah bisa melenggang masuk di pertarungan pemilihan.

“Insyaallah untuk partai amanlah. Sisa memastikan dukungan itu tidak berubah karena kandidat lain tentu mengincar juga,” bebernya.

Terdesak

Hanya saja, Ali Armunanto menilai, Deng Ical belum mampu menunjukkan langkah meyakinkan dalam upaya meraih usungan. Eks Wakil Wali Kota Makassar itu masih menunjukkan sikap kalem padahal situasi kini sudah mendesak untuk segera mengunci usungan.

“Apalagi Appi dengan jaringannya tentu mulai bergerilya. Jaringannya di pusat yang masih kuat itu bisa memengaruhi konstelasi usungan,” katanya.

Golkar pun belum pasti akan memberi rekomendasi kepada tiga bakal calon wali kota yang sebelumnya sudah dikirim oleh DPD I Golkar Sulsel. “Ini adalah pertarungan jaringan. Peran DPP akan mainkan peran penting,” katanya.

Manuver Appi, kata Andi Ali harus diwaspadai. Terutama upaya Deng Ical yang saat ini berjuang untuk mendapat usungan Golkar. “Karena di DPP Golkar nama Appi masih bisa dipertimbangkan,” jelas Andi Ali. (fik-lis-ard)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...