Tragedi Susur Sungai, Pembina Pramuka Ditetapkan Tersangka Atas Tewasnya Siswa

SLEMAN BERDUKA: Anggota TNI-AL bersama relawan kemarin melanjutkan pencarian korban pelajar SMPN 1 Turi yang hanyut di Kali Sempor, Sleman, Jumat (21/2). (GUNTUR AGA TIRTANA/JAWA POS RADAR JOGJA)

FAJAR.CO.ID — 13 orang yang diduga mengetahui tragedi susur sungai SMPN 1 Turi diperiksa Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari hasil pemeriksaan, satu pembina Pramuka ditetapkan sebagai tersangka.

Kabidhumas Polda DIY, Kombespol Yuliyanto, menjelaskan, 13 orang yang diperiksa itu terdiri atas 7 pembina Pramuka, 3 warga Turi, dan 3 orang dari Pramuka Kwarcab Sleman. Berdasar hasil pemeriksaan sementara diketahui, di antara tujuh pembina Pramuka, enam orang mengantar para siswa ke sungai. “Dan satu orang berada di sekolah,” ungkapnya.

Dari enam orang yang ikut berangkat ke sungai, empat orang turun ke sungai dan satu orang menunggu di garis finis. Sedangkan satu pembina lainnya pergi karena urusan tertentu setelah mengantarkan para siswa.

Enam pembina berstatus PNS dan satu lainnya adalah pihak luar yang menjadi pembina Pramuka. “Dirreskrimsus Polda DIJ telah melakukan gelar perkara di Mapolres Sleman dan menyatakan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan,” tambah Yuli, sapaan Yuliyanto.

Satu orang yang sudah diperiksa, yakni IYA, naik status dari saksi menjadi tersangka. Dia adalah pembina Pramuka yang juga guru olahraga di SMPN 1 Turi. IYA adalah orang yang meninggalkan para siswa di sungai dengan alasan masih ada keperluan tertentu.

Yuli menambahkan, sangat mungkin ada penambahan tersangka. Namun, hal itu bergantung pada hasil pemeriksaan. Polisi juga akan meminta keterangan para siswa yang selamat.

Untuk sementara, tersangka diancam pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Juga pasal 360 KUHP karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain terluka. Ancaman maksimalnya adalah penjara lima tahun. Saat ini tersangka masih diperiksa intensif di Mapolres Sleman dan belum ada penahanan.

Yuli menambahkan, tiga warga yang ikut diperiksa adalah penggerak wisata di kawasan tersebut. Selain itu, tiga orang lainnya adalah perwakilan Kwarcab Sleman yang diperiksa untuk lebih mengetahui SOP dalam Pramuka. Termasuk standar keamanan pelaksanaan kegiatan Pramuka seperti susur sungai tersebut.

Sebagaimana diberitakan, kegiatan susur sungai siswa SMPN 1 Turi berakhir petaka. Para siswa hanyut diterjang arus sungai yang tiba-tiba membesar. Berdasar data Pusdalops BPBD DIJ, total murid yang terlibat susur sungai 249 orang. Perinciannya, siswa kelas VII berjumlah 124 orang dan kelas VIII sebanyak 125 orang.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mengunjungi para korban yang dirawat di Puskesmas Turi kemarin (22/2). “Saya hadir mewakili pemerintah untuk melihat langsung bagaimana penanganan bencana tersebut. Saya juga menemui keluarga korban,” kata Juliari setelah menyambangi pasien dan keluarga korban.

Dia menjelaskan, Kemensos akan memberikan santunan untuk keluarga korban meninggal dunia. Setiap korban meninggal dunia akan disantuni Rp15 juta. “Kalau yang luka ditanggung pemda sepenuhnya sampai benar-benar dinyatakan bisa pulang,” tuturnya.

Dia juga mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut. Kemensos juga akan menurunkan tim untuk melakukan terapi trauma healing kepada para korban maupun keluarga. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...