Tragedi Susur Sungai, Pembina Pramuka Ditetapkan Tersangka Atas Tewasnya Siswa

Minggu, 23 Februari 2020 14:01

SLEMAN BERDUKA: Anggota TNI-AL bersama relawan kemarin melanjutkan pencarian korban pelajar SMPN 1 Turi yang hanyut di Kali Sempor, Sleman, Jumat (21/2). (GUNTUR AGA TIRTANA/JAWA POS RADAR JOGJA)

FAJAR.CO.ID — 13 orang yang diduga mengetahui tragedi susur sungai SMPN 1 Turi diperiksa Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari hasil pemeriksaan, satu pembina Pramuka ditetapkan sebagai tersangka.

Kabidhumas Polda DIY, Kombespol Yuliyanto, menjelaskan, 13 orang yang diperiksa itu terdiri atas 7 pembina Pramuka, 3 warga Turi, dan 3 orang dari Pramuka Kwarcab Sleman. Berdasar hasil pemeriksaan sementara diketahui, di antara tujuh pembina Pramuka, enam orang mengantar para siswa ke sungai. “Dan satu orang berada di sekolah,” ungkapnya.

Dari enam orang yang ikut berangkat ke sungai, empat orang turun ke sungai dan satu orang menunggu di garis finis. Sedangkan satu pembina lainnya pergi karena urusan tertentu setelah mengantarkan para siswa.

Enam pembina berstatus PNS dan satu lainnya adalah pihak luar yang menjadi pembina Pramuka. “Dirreskrimsus Polda DIJ telah melakukan gelar perkara di Mapolres Sleman dan menyatakan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan,” tambah Yuli, sapaan Yuliyanto.

Satu orang yang sudah diperiksa, yakni IYA, naik status dari saksi menjadi tersangka. Dia adalah pembina Pramuka yang juga guru olahraga di SMPN 1 Turi. IYA adalah orang yang meninggalkan para siswa di sungai dengan alasan masih ada keperluan tertentu.

Yuli menambahkan, sangat mungkin ada penambahan tersangka. Namun, hal itu bergantung pada hasil pemeriksaan. Polisi juga akan meminta keterangan para siswa yang selamat.

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI